NUSA TENGGARA BARAT — Mendampingi tumbuh kembang anak balita bukan perkara mudah. Orang tua dihadapkan pada beragam tantangan, mulai dari memastikan asupan gizi seimbang, memberikan stimulasi yang tepat, hingga menghadapi risiko kecanduan gawai yang bisa memicu keterlambatan bicara atau speech delay.
Kondisi ini juga dirasakan keluarga di Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek menggelar seminar parenting bertajuk "Sinergi Pengasuhan: Menyelaraskan Pola Asuh Mencegah Masalah Perkembangan Balita".
Salah satu peserta, Vitri, memanfaatkan momen ini untuk berbagi cerita. Ia mengaku anaknya yang kini berusia 7 tahun sudah mengalami ketergantungan pada gawai. Dampaknya mulai terasa pada kemampuan belajar dan perilaku sang buah hati sehari-hari.
Vitri pun aktif bertanya kepada psikolog mengenai langkah praktis mengurangi ketergantungan gadget dan membangun rutinitas baru yang lebih sehat di rumah. "Saya sangat antusias mengikuti seminar parenting ini. Selain bisa belajar cara membangun pola baru agar anak tidak kecanduan gadget, ini juga menjadi kesempatan luar biasa bagi kami untuk bisa berkonsultasi secara gratis dan belajar langsung dari ahlinya," ujarnya.
Seminar yang berlangsung di Aula Kantor Desa Dawuan Barat ini menghadirkan Psikolog Arfilia Ahad Dori sebagai narasumber. Para peserta yang terdiri dari orang tua, nenek, dan asisten rumah tangga (ART) diajak memahami 10 Hak Dasar Anak, strategi pencegahan stunting, serta praktik pengasuhan positif.
Topik penggunaan gawai dan batasan screen time sesuai usia anak juga menjadi sorotan utama. Tidak hanya menerima materi, peserta mendapat ruang diskusi dan konsultasi langsung mengenai tantangan pengasuhan yang mereka hadapi sehari-hari.
Pj. Kepala Desa Dawuan Barat, Aang Khoerul Hak, mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para orang tua dalam memahami kebutuhan tumbuh kembang anak.
"Semangat kegiatan ini bukan untuk menyalahkan pola asuh yang sudah berjalan, melainkan memperkuat kembali pola pengasuhan yang lebih sehat. Kami mengapresiasi Pertamina yang telah memberikan edukasi kepada masyarakat. Semoga pengetahuan ini dapat diterapkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ujar Aang.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa pendampingan tumbuh kembang anak adalah proses berkelanjutan. "Melalui program Asih Indung ini, kami ingin memberikan ruang bagi orang tua untuk belajar, berbagi pengalaman, serta mendapatkan pemahaman yang lebih baik dalam mendampingi tumbuh kembang anak," katanya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Community Involvement and Development (CID) Pertamina Patra Niaga. Fokusnya pada penguatan kapasitas masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah desa untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.
Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berkualitas sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, dan pendidikan.