MATARAM — Tekanan inflasi harian di Nusa Tenggara Barat masih didominasi oleh fluktuasi harga pada kelompok hortikultura segar dan beras premium. Berdasarkan data Disperindag NTB per 4 September 2026, harga cabai rawit hijau melonjak menjadi Rp28.167 per kilogram dari sebelumnya Rp27.417 per kilogram.
Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas tomat yang naik Rp500 atau sekitar 5 persen menjadi Rp10.133 per kilogram. Adapun cabai merah keriting ikut mencatatkan kenaikan menjadi Rp33.000 per kilogram dari harga awal Rp32.750 per kilogram.
Wiranata menjelaskan, dinamika harga tersebut merupakan respons alami dari meningkatnya permintaan pasar. Ia mencontohkan, beras premium Cap Tanjung juga naik tipis Rp38 menjadi Rp14.900 per kilogram akibat tingginya penyerapan pasar.
“Cabai rawit itu biasanya fluktuatif. Kemarin untuk tomat naik Rp500, beras premium juga naik tipis Rp38. Secara umum ini dinamika permintaan harian di NTB,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa (8/9/2026).
Di sisi lain, kelancaran pasokan justru berhasil menekan harga komoditas hasil peternakan. Daging ayam ras yang sempat memicu inflasi kini merosot menjadi Rp47.233 per kilogram dari sebelumnya Rp47.933 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada telur ayam kampung yang turun Rp1.200 menjadi Rp64.650 per kilogram, serta telur ayam ras yang melemah ke posisi Rp28.767 per kilogram.
“Data per 4 September ini sudah agak stabil. Kita sudah melakukan koordinasi, terutama dengan para produsen yang mulai berjalan. Walaupun telur ayam sempat naik di daerah lain, kabupaten lain justru mencatatkan penurunan,” jelasnya.
Melimpahnya pasokan juga menekan harga sejumlah bumbu dapur. Bawang merah turun ke Rp28.400 per kilogram, cabai merah besar menjadi Rp28.917 per kilogram, dan cabai rawit merah melemah tipis ke Rp61.633 per kilogram.
Di luar komoditas yang bergejolak, Wiranata memastikan mayoritas barang kebutuhan pokok di NTB berada dalam kondisi aman. Beras medium bertahan di kisaran Rp13.300 hingga Rp14.000 per kilogram, sedangkan beras SPHP kokoh di harga Rp12.389 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, Minyakita bertahan di angka Rp15.700 per liter dan minyak goreng curah Rp20.327 per liter. Daging sapi paha belakang stagnan di harga Rp137.778 per kilogram, sementara gula pasir curah bertahan di Rp16.611 per kilogram.