KOTA BIMA — Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, Mansyur, menyebut kondisi MAN 2 Kota Bima paling memprihatinkan. Dari total gedung yang ada, hanya bagian selatan yang masih layak digunakan, sementara sisi barat, timur, dan utara mengalami kerusakan berat pada struktur bangunan.
"Kelihatannya masih bagus dari luar karena pemeliharaan cat rutin. Padahal struktur bangunannya butuh segera renovasi," ujar Mansyur, Selasa (1/9/2026).
Selain MAN 2, tiga madrasah negeri lain juga masuk daftar prioritas perbaikan di luar proyek renovasi MTsN 1 dan MTsN 3 yang tengah berjalan. Berikut rinciannya:
Kondisi serupa terjadi di sektor swasta. Mansyur menambahkan, hampir seluruh madrasah swasta di Kota Bima saat ini berada dalam kondisi rusak ringan hingga berat. Data tingkat kerusakan itu telah dimasukkan ke dalam sistem Education Management Information System (EMIS) sebagai basis pengajuan anggaran.
"Kita ajukan sesuai dengan kondisi RKB dan sarpras yang tercatat di EMIS. Dari data tersebut kita ajukan ke Kanwil. Lanjut ke Direktur KSKK di Kementerian Agama RI, lalu mengajukan permohonan ke Kementerian PUPR. Eksekusi pembangunan sepenuhnya PUPR yang laksanakan," jelasnya.
Untuk tahun anggaran 2026, Kota Bima mencatatkan dua lokasi yang mendapatkan program renovasi total, yaitu RA Perwanida II dan MTsN 3 Kota Bima. Khusus di MTsN 3, pengerjaan tidak hanya menyasar renovasi gedung lama, tetapi juga mencakup pembangunan tiga ruang kelas baru dan satu gedung kantor baru melalui program PHTC yang akan dikerjakan PUPR Provinsi.
Proses pengajuan perbaikan dilakukan secara berjenjang dari Kanwil Kemenag Provinsi NTB hingga ke Kementerian PUPR sebagai instansi yang mengeksekusi pembangunan. Seluruh madrasah negeri maupun swasta yang terdampak telah dimasukkan dalam usulan yang sama.