NUSA TENGGARA BARAT — Persaingan handheld gaming PC kian memanas di awal 2026. Lenovo Legion Go S hadir sebagai penantang serius bagi Steam Deck dan ROG Ally, dan dengan diskon terbaru ini, posisinya makin sulit ditolak—terutama untuk gamer Indonesia yang selama ini mengandalkan perangkat handheld untuk sesi ranked Mobile Legends atau grinding harian Genshin Impact.
Perbandingannya sederhana: Legion Go S lebih bertenaga dari Steam Deck dan ROG Ally standar, tapi harganya kini lebih murah. Untuk gamer yang menginginkan akses ke ribuan game PC di perangkat genggam, kombinasi performa dan harga ini sulit dicari di kelasnya.
Perangkat ini dibekali RAM LPDDR5 16GB dan penyimpanan SSD 512GB. Sistem operasi bawaan adalah Windows 11, tapi pemasangan SteamOS juga relatif mudah dilakukan. Fleksibilitas ini memberi keleluasaan bagi pemain yang ingin memilih ekosistem mana yang paling nyaman.
Perlu dicatat, chip ini tidak sekencang Z2 Extreme yang ada di ROG Ally X atau Legion Go 2. Namun, kedua perangkat tersebut dibanderol hampir dua kali lipat harga Legion Go S. Untuk mayoritas game populer saat ini—dari Valorant hingga Dota 2—performa Z2 Go sudah lebih dari cukup.
Bagi gamer Indonesia, pembelian dari Woot memerlukan jasa forwarder atau alamat AS karena Woot tidak melayani pengiriman internasional langsung. Namun, dengan selisih harga yang mencapai lebih dari Rp2,8 juta dari harga normal, biaya forwarder tetap terasa sepadan.
Keputusan Woot menjual unit Legion Go S di bawah harga Steam Deck menunjukkan strategi agresif Lenovo dalam merebut pangsa pasar. Bagi konsumen, ini adalah momen yang tepat untuk masuk ke ekosistem PC gaming portabel tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Dengan garansi 90 hari dari Woot dan kondisi perangkat yang baru, risiko pembelian terbilang minim. Satu-satunya catatan adalah ketersediaan stok yang bisa habis sewaktu-waktu mengingat harga yang ditawarkan.