Jambore Jurnalistik Pelajar Se-NTB Wilayah 1 Resmi Dibuka di Goa Lawah, Sinta M. Iqbal Tekankan Pentingnya Budaya Membaca

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:31:31 WIB
Pembukaan Jambore Jurnalistik Pelajar Se-NTB Wilayah 1 Tahun 2026 di Kawasan Wisata Alam Goa Lawah, Lombok Barat, dihadiri Bunda Literasi NTB Sinta M. Iqbal, Jumat (28/8/2026).

GIRI MENANG — Jambore Jurnalistik Pelajar SMA/SMK/MA Se-NTB Wilayah 1 Tahun 2026 resmi dibuka di Kawasan Wisata Alam Goa Lawah, Desa Lebah Sempage, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (28/8/2026) sore. Acara yang dimulai pukul 15.00 Wita ini dihadiri Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, serta jajaran Kepala Cabang Dinas Dikpora Provinsi NTB Wilayah 1.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jambore tahun ini menghadirkan kolaborasi dengan Tim Edukasi dan Sumber Daya Bank Indonesia Perwakilan NTB. Peserta tidak hanya diajak memproduksi berita, tetapi juga dibekali kemampuan memilah, memverifikasi, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab di ruang digital, sekaligus memahami literasi finansial.

Bukan Sekadar Lomba, tapi Ruang Tumbuh Jurnalis Berintegritas

Ketua Panitia, Habiburrahman, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa jambore ini lebih dari sekadar ajang kompetisi. Kegiatan yang dikemas dalam konsep perkemahan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran untuk mengembangkan talenta jurnalistik dan mempertahankan prinsip integritas seorang jurnalis.

"Jambore Jurnalistik jangan dilihat sebagai sekadar kompetisi, melainkan lebih jauh dari itu, yakni sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan talenta pelajar dalam bidang jurnalistik dan mempertahankan prinsip Jurnalis yang berintegritas," ujar pria yang akrab disapa Pak Abi itu di hadapan para peserta.

Ia mendorong para pelajar untuk berani berpikir kritis, mampu membaca realitas secara objektif, serta menyampaikan fakta dengan etika dan tanggung jawab.

Pesan Bunda Literasi: Jurnalis Hebat Lahir dari Kebiasaan Membaca

Sinta M. Iqbal dalam sambutannya menekankan fondasi dasar yang kerap dilupakan calon jurnalis di era digital: budaya membaca. Menurutnya, kemampuan membaca secara mendalam menjadi modal penting untuk membedakan fakta, opini, dan informasi menyesatkan di tengah derasnya arus berita digital.

“Bunda titip harapan dan pesan kepada kalian, jadilah generasi yang gemar membaca. Rajin-rajin membaca, dimulai dari baca buku yang kalian suka, nanti lama kelamaan kalian akan mencintai semua bacaan,” pesan Sinta kepada para peserta.

Bank Indonesia Perkuat Literasi Digital dan Finansial Pelajar

Setelah prosesi pembukaan dan foto bersama, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi edukasi oleh Bank Indonesia Perwakilan NTB. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya kompetensi ganda bagi jurnalis muda: terampil menulis dan membuat konten, sekaligus memahami konteks ekonomi dari informasi yang mereka produksi.

Kolaborasi antara dunia pendidikan, komunitas jurnalistik pelajar, pemerintah, dan Bank Indonesia ini diharapkan melahirkan generasi jurnalis muda NTB yang kritis, bijak bermedia digital, dan cakap memahami persoalan finansial. Hari pertama jambore menjadi titik awal bagi para peserta untuk mengembangkan kompetensi dan karakter jurnalistik dari Goa Lawah. (r)

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top