PRAYA — Warga Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sepakat membangun kembali rumah mereka dengan konsep asli seperti era 1990-an. Kesepakatan ini disampaikan langsung kepada Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau lokasi kebakaran, Kamis (27/8).
Perwakilan warga, Ardinata Sanah, menyatakan bahan utama atap rumah berupa alang-alang sudah dipesan secara kolektif. Langkah ini diambil agar pembangunan tidak terhambat lantaran ketersediaan alang-alang terbatas, terutama menjelang musim hujan.
Ardinata menegaskan bangunan Sade ke depan akan dikembalikan ke nuansa asli tanpa instalasi listrik di dalam rumah. Warga memilih kembali menggunakan lampu minyak kelapa dan kayu bakar untuk memasak.
"Selama kita masak menggunakan kayu bakar tidak pernah ada kebakaran dari tungku, tapi terjadi kebakaran dari tabung gas saja," tegasnya.
Keputusan ini disebutnya sebagai bentuk trauma atas insiden kebakaran yang menghanguskan warisan leluhur mereka. Warga ingin Sade tetap autentik dan merepresentasikan suku Sasak.
Meski alang-alang sudah dipesan, warga mengaku belum menerima bantuan dana yang masuk. Padahal kebutuhan mendesak bukan hanya bahan bangunan, tetapi juga lapangan pekerjaan yang hilang bersama rumah mereka.
"Kami kehilangan semuanya dalam satu malam. Jadi kami ingin segera membangun rumah kami tetapi permasalahan yang harus kita lakukan adalah mengumpulkan alang-alang ini," ungkap Ardinata.
Untuk kebutuhan makan dua bulan ke depan, warga menilai masih tercukupi berkat kepedulian masyarakat luas. Namun persoalan utama tetap pada upaya membangun kembali rumah adat yang menjadi identitas kampung tersebut.
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan rencana penataan kawasan Sade ke depan akan disusun dalam masterplan. Salah satu gagasannya adalah pemasangan kabel listrik bawah tanah agar lebih aman.
"Listrik kita tetap butuh tapi tidak di atas. Kalau listrik di bawah lebih aman dan itu bisa didesain di masterplan," terangnya usai meninjau lokasi dapur umum di dekat kantor Desa Rembitan.
Menpar juga menekankan pentingnya ketersediaan pemadam kebakaran di kawasan wisata agar kejadian serupa bisa dicegah. "Tentunya kami ingin planingnya ke depan ada pemadam kebakaran, agar semua bisa terselamatkan," pungkasnya.