DOMPU — Pemerintah Kabupaten Dompu memastikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 sebesar Rp136,5 miliar akan diarahkan untuk merealisasikan janji politik Bupati Bambang Firdaus dan Wakil Bupati Syirajuddin yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029. Namun, dengan besaran anggaran tersebut, seluruh program unggulan dipastikan belum bisa dibiayai secara penuh dan akan dieksekusi secara bertahap.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) dan Litbang Kabupaten Dompu, Putra Agung Eko Iwinduarta, mengakui masih ada sejumlah program prioritas yang belum dapat direalisasikan hingga saat ini. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan fiskal dan belum ditemukannya mekanisme pelaksanaan yang tepat.
Iwinduarta menyebut beberapa program yang belum sempat tereksekusi antara lain asuransi usaha tani, subsidi bibit jagung, dan tambahan Alokasi Dana Desa (ADD). Ketiga program ini masuk dalam daftar prioritas yang dijanjikan saat kampanye Pilkada 2024.
"Saya belum sempat merekap lagi terkait program yang belum terealisasi ini, tapi seingat saya ada beberapa yang belum sempat tereksekusi. Di antaranya, asuransi usaha tani, subsidi bibit jagung dan tambahan ADD. Belum dilaksanakan karena keterbatasan anggaran dan memang belum ditemukan mekanisme yang pas dalam pelaksanaannya," ungkap Iwinduarta, Kamis (27/8).
Selain tiga program tersebut, RPJMD Kabupaten Dompu memuat sejumlah program unggulan lain yang menjadi komitmen kepala daerah. Berikut rinciannya yang tercantum dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah:
Bupati Dompu Bambang Firdaus sebelumnya menyatakan komitmennya memanfaatkan tambahan TKD untuk membiayai program unggulan yang telah tercantum dalam RPJMD. Meski anggaran tersedia belum mencukupi untuk seluruh program, Pemda Dompu tetap mengalokasikan dana secara bertahap.
Langkah ini diambil agar program yang telah dijanjikan kepada masyarakat dapat direalisasikan meskipun tidak sekaligus. Pemerintah daerah juga akan terus mencari mekanisme pelaksanaan yang sesuai untuk program-program yang selama ini terkendala teknis di lapangan.