MATARAM — Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, Megawati Lestari, mendorong keterlibatan semua pihak dalam upaya pemulihan Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut. Menurut dia, penanganan dampak kebakaran tidak mungkin sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.
“Tidak mungkin semuanya dari pemerintah. Minimal ada keterlibatan pihak lain, seperti Himbara, korperasi maupun BUMD. Mumpung Sade ini menjadi atensi, semua pihak harus punya peran,” ujar Megawati Senin (24/08) di Mataram.
Megawati menyebut telah berkomunikasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) agar bank pelat merah itu ikut ambil bagian dalam pemulihan. Salah satu bentuk dukungan yang dinilai paling konkret adalah membantu pembangunan kembali fasilitas umum yang menjadi ikon kawasan, seperti musala.
“Ke BSI misalnya bagaimana bisa dibantu di Sade. Misalnya minimal ada ikon musala. Mungkin BSI bisa membantu pembangunan musala tersebut. Saya sudah komunikasi dengan BSI supaya mereka atensi ini. Minimal bank-bank ini berbuat,” katanya.
Megawati mengingatkan agar proses rehabilitasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali rumah atau bangunan yang terbakar. Aspek perekonomian masyarakat sekitar juga harus menjadi perhatian utama agar warga bisa segera kembali beraktivitas dan mendapatkan penghasilan.
“Pemulihan tidak hanya bicara bangunan, tetapi juga perekonomiannya. Bagaimana masyarakat bisa kembali beraktivitas dan mendapatkan penghasilan,” tegasnya.
Selain aspek fisik dan ekonomi, Megawati menilai pemulihan adat dan budaya Sade tidak kalah penting. Sebagai desa adat sekaligus destinasi wisata, karakter dan tradisi masyarakat Sade harus tetap dipertahankan.
“Kedua, adatnya. Mesti dipulihkan. Jangan sampai yang kita bangun hanya fisiknya, tetapi adat dan budayanya tidak ikut dipulihkan,” ujarnya.
Megawati juga menyoroti peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di NTB yang dinilai memiliki kesempatan besar untuk ikut berkontribusi dalam proses pemulihan kawasan wisata tersebut.
“Saya kira BUMD di NTB juga bisa mengambil peran. Sudah luar biasa kalau semua bergerak bersama,” katanya.
Menurutnya, Desa Adat Sade merupakan salah satu ikon pariwisata NTB yang memiliki nilai budaya dan ekonomi strategis. Karena itu, pemulihan kawasan tersebut harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.
“Sade ini ikon wisata NTB. Sehingga penting keterlibatan semua pihak. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkas politisi Golkar Dapil VIII Lombok Tengah itu.