Kebakaran Kampung Adat Sade Jadi Pemicu NTB Wajibkan Seluruh Desa Adat Punya Alat Pemadam dan Early Warning System

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 16:31:01 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan NTB meninjau kondisi Kampung Adat Sade pascakebakaran pada Minggu (23/8).

LOMBOK TENGAH — Dinas Kebudayaan NTB mendorong pembentukan aparatur desa yang terlatih khusus menghadapi bencana di seluruh kampung adat. Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan menegaskan desa adat tidak lepas dari ancaman bencana dari waktu ke waktu, sehingga mengancam keselamatan warga sekaligus warisan budaya yang tersimpan di dalamnya.

"Semua desa adat di Nusa Tenggara Barat perlu dilengkapi sistem pemadam kebakaran atau early warning system. Desa adat juga harus memiliki aparatur yang dilatih khusus untuk mitigasi bencana," kata Ihwan saat meninjau kondisi pascakebakaran Kampung Adat Sade, Minggu (23/8).

Dua Kampung Adat Terbakar dalam Waktu Berdekatan

Rangkaian kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade dan sebelumnya Kampung Adat Bayan menjadi catatan penting bagi pemprov. Ihwan menyebut dua kejadian itu menunjukkan urgensi penguatan mitigasi untuk menjaga warisan budaya yang menghidupkan komunitas adat.

Di Sade, kebakaran tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengancam koleksi dan peralatan tenun yang menjadi salah satu identitas kawasan. Dusun ini terkenal di tingkat internasional sebagai sentra tenun khas Suku Sasak.

Replika Artefak Disiapkan agar Pengetahuan Budaya Tak Hilang

Dinas Kebudayaan NTB memastikan dokumentasi menyeluruh terhadap benda-benda budaya di Kampung Adat Sade segera dilakukan. Pendataan tidak hanya menyasar artefak fisik, tetapi juga pengetahuan, cerita, dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat adat.

"Bagian terpenting adalah menyelamatkan artefak-artefak kebudayaan, termasuk cerita-cerita warga setempat," ujarnya.

Dokumentasi akan dilengkapi dengan pembuatan replika sejumlah artefak yang dinilai penting. Upaya ini diharapkan menjadi cadangan pengetahuan dan representasi benda budaya apabila artefak asli kembali rusak atau hilang akibat bencana.

"Dusun ini terkenal dengan tenun, maka barang-barang yang berkaitan dengan tenun perlu dilakukan dokumentasi. Kemudian ditiru (buat replika) supaya kalau ada kebakaran seperti ini warga masih memiliki alat lain," jelas Ihwan.

Hasil Inventarisasi Jadi Dasar Rekonstruksi Kawasan

Pemerintah kini tengah menginventarisasi artefak dan unsur budaya yang terdampak kebakaran. Proses tersebut dilakukan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, serta para tetua adat.

Hasil pendataan akan menjadi dasar penyusunan langkah rekonstruksi dan penataan ulang kawasan. Ihwan menegaskan masyarakat adat dilibatkan dalam menentukan bentuk pemulihan agar upaya rekonstruksi tetap mempertahankan karakter dan identitas Kampung Adat Sade.

"Kami mengajak masyarakat sebagai pemilik kebudayaan untuk berpikir bersama bagaimana langkah supaya Kampung Adat Sade tidak hilang mengingat kawasan ini terkenal secara internasional," pungkasnya.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: validnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top