IHSG Ditutup Menguat 0,75% ke 6.449 pada Sesi Selasa, Energi Pimpin Kenaikan

Penulis: Luthfi Hakim  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:29:31 WIB
Petugas memantau pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di sebuah bursa efek.

NUSA TENGGARA BARAT — Data RTI Infokom menunjukkan mayoritas saham berakhir di zona hijau pada sesi kali ini. Sebanyak 399 saham menguat, 236 saham terkoreksi, dan 159 saham stagnan. Dari 11 sektor indeks, hanya sektor keuangan yang melemah tipis 0,16%, sementara sektor energi memimpin kenaikan dengan apresiasi 2,23%.

Penguatan indeks terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang bervariasi. Indeks Shanghai Composite naik 0,19% dan Hang Seng Composite menguat tipis 0,07%. Sebaliknya, Nikkei 225 di Jepang terpantau melemah dalam 2,54% dan Straits Times di Singapura turun 1,32%.

Sektor Energi Jadi Penopang Utama, Keuangan Tertinggal

Kenaikan sektor energi menjadi motor utama penguatan IHSG sore ini. Sentimen positif dari harga komoditas global masih menjadi katalis utama bagi saham-saham batu bara dan energi di bursa domestik.

Kondisi berbeda terjadi pada sektor keuangan yang justru terkoreksi. Pelemahan ini menahan laju indeks lebih tinggi, meski tekanan jual di sektor perbankan tidak terlalu dalam.

Bursa Eropa dan Amerika Kompak Melemah

Sentimen eksternal masih menunjukkan kehati-hatian pelaku pasar global. Bursa Eropa tercatat kompak berada di zona merah, dengan indeks DAX Jerman melemah 0,43% dan FTSE 100 Inggris turun tipis 0,09%.

Di Amerika Serikat, tekanan juga terlihat pada tiga indeks utama. S&P 500 melemah 0,52%, NASDAQ Composite minus 0,32%, dan Dow Jones turun 0,51%. Pelemahan bursa global ini berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG pada sesi berikutnya.

Apa Artinya bagi Investor?

Penguatan indeks kali ini memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar, terutama pemegang saham di sektor energi. Namun, investor tetap perlu mencermati pelemahan bursa global yang bisa menjadi sentimen negatif pada perdagangan esok hari.

Dengan total kapitalisasi pasar yang masih solid dan volume transaksi di atas Rp14 triliun, likuiditas pasar masih terjaga. Investor disarankan mencermati pergerakan sektor keuangan yang justru melemah di tengah penguatan indeks secara keseluruhan.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: beritabuana.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top