Prabowo Blokir Penjualan PAL Indonesia, Pindad, dan PTDI ke Asing: "Saya Larang!"

Penulis: Jefri Siahaan  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:30:31 WIB
Presiden Prabowo menegaskan larangan penjualan PT PAL, PT Pindad, dan PTDI kepada investor asing.

NUSA TENGGARA BARAT — Presiden Prabowo Subianto membongkar rencana penjualan tiga BUMN strategis di sektor pertahanan kepada investor asing. Dalam sambutannya saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7), ia mengaku menerima laporan bahwa PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sempat akan "dibunuh" atau dijual.

"Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia mau dibunuh. Mau dijual. Kita bangkitkan," ujar Prabowo, Jumat (10/7). Ia menegaskan tidak rela jika perusahaan-perusahaan milik negara itu jatuh ke tangan asing. "Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual ke asing. Saya larang," tegasnya.

Dari Nyaris Dijual ke Pasar Global

Alih-alih melepas aset negara, pemerintah memilih membenahi tata kelola BUMN pertahanan. Prabowo menyebut pemberantasan korupsi menjadi kunci utama agar perusahaan-perusahaan ini bisa bangkit. "Tata kelola yang bersih dan transparan sebagai kunci kebangkitan industri pertahanan," kata Presiden.

Hasilnya mulai terlihat. PT PAL Indonesia kini mampu memproduksi kapal perang canggih secara mandiri. Prabowo mencontohkan Kapal Cepat Rudal KRI Sampari yang sepenuhnya dikerjakan oleh insinyur lokal, serta kapal selam KRI Alugoro hasil transfer teknologi dengan Korea Selatan. "PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat," ucapnya.

Arab Saudi Gandeng PT Pindad

Di sektor alat utama sistem persenjataan (alutsista), PT Pindad juga menuai pengakuan internasional. Prabowo mengungkapkan bahwa militer Kerajaan Arab Saudi telah menjalin kerja sama dengan BUMN ini. "Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi ini akan dibangun oleh PT Pindad. Senjata kita teruji," tandas mantan Menteri Pertahanan itu.

Langkah penyelamatan tiga BUMN ini menjadi sinyal keras pemerintah untuk tidak lagi melepas aset strategis ke pihak asing. Dengan tata kelola yang bersih dan inovasi produk, Prabowo optimistis industri pertahanan dalam negeri bisa bersaing di kancah global tanpa harus kehilangan kendali kepemilikan.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: merahputih.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top