7.349 Anak Tidak Sekolah di Lombok Barat, Dikbud Turun Verifikasi Data ke 10 Kecamatan

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 11:34:01 WIB
Dinas Dikbud Lombok Barat melakukan verifikasi data 7.349 anak tidak sekolah di 10 kecamatan.

LOBAR — Sebanyak 7.349 anak di Kabupaten Lombok Barat tercatat tidak mengenyam pendidikan. Data yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah itu langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat dengan turun ke lapangan.

Verifikasi Data di 10 Kecamatan

Kepala Dinas Dikbud Lobar, Lalu Najamuddin, mengatakan pihaknya membentuk kelompok kerja di masing-masing sekolah untuk memastikan kebenaran data tersebut. “Itu (7.349 ATS) data Kementerian. Tugas kami sekarang memverifikasi lagi data itu,” ujarnya.

Verifikasi dan validasi dilakukan di seluruh kecamatan di Lombok Barat. Langkah ini diambil agar penanganan anak tidak sekolah bisa tepat sasaran sesuai penyebab di lapangan.

Apa Saja Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah?

Menurut Najamuddin, ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi ribuan anak tidak bersekolah. Mulai dari persoalan ekonomi keluarga, pernikahan dini, hingga kondisi broken home.

“Banyak faktor juga,” imbuhnya. Ia mencontohkan anak yang ditinggal orang tua merantau juga menjadi salah satu pemicu anak putus akses pendidikan.

Setelah penyebab teridentifikasi, Dikbud akan menentukan langkah penanganan. Anak dari keluarga miskin ekstrem, misalnya, akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial untuk dimasukkan ke program Sekolah Rakyat. Beasiswa juga disiapkan bagi yang memenuhi syarat.

DPRD: Data Ini Bisa Pengaruhi IPM Lombok Barat

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lobar, Dr. Syamsuriansyah, menyoroti temuan ini. Ia menilai angka 7.349 anak tidak sekolah menjadi ironi di tengah gencarnya program pemerintah pusat seperti Makanan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat.

“Ini yang harus diketahui apa penyebabnya 7.349 ATS di Lobar? Apakah putus sekolah, tidak mampu biaya, atau faktor lainnya, ini menjadi kajian kita bersama,” kata politisi Perindo itu.

Ia mendesak Dikbud bekerja sama dengan pemerintah desa dan sekolah dalam proses verifikasi. Sebab, kondisi masyarakat paling diketahui oleh perangkat desa, termasuk penyebab anak tidak sekolah.

“Kita minta bidang Pendidikan Dasar dan PAUD Dikbud untuk segera menindaklanjuti data itu,” pintanya.

Syamsuriansyah mengingatkan bahwa data anak tidak sekolah berdampak langsung pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Barat. Dua indikator penilaian IPM adalah rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Saat ini Lobar berada di peringkat ke-4 IPM tertinggi di NTB.

“Pemda ayo kita buka mata kita atas kondisi ini,” pungkasnya.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: radarmandalika.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top