NUSA TENGGARA BARAT — Pemerintah Kota Gorontalo terus berbenah diri menjelang perhelatan akbar petani dan nelayan nasional. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah revitalisasi Menara Pakaya, sebuah menara ikonik yang kini tengah dipercantik dengan ornamen tembaga bernuansa agraris khas Gorontalo. Inisiatif ini digerakkan oleh Rachmat Gobel, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Gorontalo.
Untuk mewujudkan konsep baru ini, Rachmat Gobel menggandeng seniman tembaga asal Yogyakarta, Hermawan. Sang seniman telah memiliki pengalaman mengerjakan berbagai karya seni di Gorontalo sebelumnya. Ornamen yang dipasang mengangkat tema hasil bumi dan pertanian, dengan motif tanaman, biji-bijian, serta dedaunan yang merepresentasikan sumber kehidupan dan kemakmuran masyarakat setempat.
"Pengembangan Menara Pakaya telah direncanakan sejak sekitar dua tahun lalu. Meski sebelumnya telah direnovasi, menara tersebut dinilai masih memerlukan sentuhan baru agar memiliki daya tarik yang lebih kuat," ujar Rachmat Gobel dalam keterangannya, Senin (15/4). Ia menambahkan bahwa ikon wisata ini diharapkan mampu menjadi simbol kebanggaan masyarakat Gorontalo sekaligus magnet bagi wisatawan.
Revitalisasi ini tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota. Rachmat Gobel menilai kehadiran ikon wisata yang lebih menarik dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menyambut penyelenggaraan Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas) XVII pada 2026.
Penas sendiri merupakan agenda nasional yang mempertemukan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Dengan adanya destinasi wisata yang lebih representatif, Gorontalo diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi para peserta dan pengunjung acara tersebut.
Menara Pakaya selama ini dikenal sebagai salah satu landmark utama Kota Gorontalo. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, daya tariknya dinilai mulai meredup dibandingkan destinasi wisata lain di provinsi tersebut. Sentuhan baru dengan ornamen tembaga ini diharapkan dapat mengembalikan pamor menara sebagai destinasi wajib kunjung.
Proyek revitalisasi ini juga menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh politik dalam mengembangkan potensi wisata lokal. Dengan pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal dan seni, Gorontalo berupaya menawarkan pengalaman wisata yang unik dan berbeda dari daerah lain di Sulawesi.