NUSA TENGGARA BARAT — Duel ini mempertemukan dua tim yang sama-sama terluka setelah kalah di laga perdana. Ceko takluk dari Korea Selatan, sementara Afrika Selatan dibekuk Meksiko. Kebutuhan akan poin membuat kedua tim tampil ngotot sejak peluit awal dibunyikan di Stadion Atlanta.
Ceko langsung mengambil inisiatif serangan dan strategi itu membuahkan hasil instan. Umpan terobosan dari sisi kanan pertahanan Afrika Selatan gagal diantisipasi dengan sempurna. Bola jatuh ke kaki Michal Sadilek yang dengan tenang melepaskan tembakan mendatar dari dalam kotak penalti, menjebol gawang Ronwen Williams.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Bafana Bafana yang belum sempat mengatur napas. Tertinggal satu gol, Afrika Selatan tersengat dan langsung meningkatkan tempo permainan.
Sepanjang sisa babak pertama, Afrika Selatan mendominasi penguasaan bola dengan catatan 63 persen. Namun, dominasi itu terasa sia-sia. Dari lima percobaan tembakan yang mereka lepaskan, tidak ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang Matej Kovar. Pertahanan Ceko yang rapat dan disiplin mampu memblokir setiap ancaman.
Sebaliknya, Ceko yang hanya menguasai bola 37 persen justru tampil lebih efisien. Mereka juga mencatatkan lima percobaan, namun satu di antaranya berbuah gol. Efektivitas serangan balik menjadi senjata utama tim asuhan pelatih Ivan Hasek.
Ceko turun dengan formasi 5-3-2 yang kokoh, mengandalkan duet Adam Hlozek dan Patrik Schick di lini depan. Sementara itu, Afrika Selatan bermain dengan formasi 4-2-3-1 yang lebih ofensif dengan Iqraam Rayners sebagai ujung tombak tunggal.
Babak kedua diprediksi akan berjalan lebih sengit. Afrika Selatan wajib mencetak gol jika tak ingin langkah mereka di Piala Dunia 2026 semakin terpuruk. Ceko, di sisi lain, akan berusaha mempertahankan keunggulan dan mencari gol tambahan untuk mengamankan tiga poin perdana mereka.