NUSA TENGGARA BARAT — Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Widzew Lodz melalui kanal media sosial mereka pada pekan ini. Israr, yang sebelumnya memperkuat tim nasional futsal Indonesia, kini resmi tercatat sebagai bagian dari skuad klub yang bermarkas di Lodz, Polandia. Langkah ini menandai ekspansi karier sang pemain ke benua biru setelah sebelumnya berkutat di kompetisi domestik.
Keputusan Israr bergabung dengan Widzew Lodz bukan tanpa pertimbangan. Klub tersebut merupakan salah satu tim dengan basis suporter fanatik di Polandia dan memiliki ambisi besar di liga futsal setempat. Bagi Israr, ini adalah kesempatan emas untuk mengukur kemampuan di level yang lebih tinggi sekaligus membuka jalan bagi pemain Indonesia lainnya.
“Ini adalah langkah besar bagi karier saya. Saya ingin belajar sebanyak mungkin dan membawa pengalaman berharga untuk timnas Indonesia ke depannya,” ujar Israr dalam pernyataan resmi yang diterima media. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak klub yang telah memberinya kepercayaan.
Status sebagai pionir membuat kepindahan Israr mendapat perhatian luas. Sebelumnya, belum ada pemain futsal Indonesia yang tercatat memperkuat klub di Polandia. Widzew Lodz sendiri dikenal sebagai klub bersejarah di kota Lodz, yang juga memiliki tim sepak bola profesional. Dengan bergabungnya Israr, diharapkan hubungan olahraga antara Indonesia dan Polandia semakin erat.
Bagi Widzew Lodz, perekrutan Israr juga menjadi strategi untuk memperluas basis penggemar di Asia Tenggara. Klub melihat potensi pasar yang besar dan kualitas teknis yang dimiliki pemain asal Indonesia tersebut.
Israr dihadapkan pada tantangan adaptasi, mulai dari cuaca dingin hingga perbedaan gaya bermain di Eropa. Namun, ia optimistis bisa segera menyesuaikan diri. Widzew Lodz sendiri dijadwalkan akan memulai kompetisi musim baru dalam beberapa pekan ke depan, dan Israr diproyeksikan menjadi bagian dari rotasi utama tim.
“Saya siap bekerja keras. Tidak ada yang instan, tapi saya yakin dengan dukungan staf pelatih dan rekan-rekan baru, saya bisa memberikan kontribusi maksimal,” tambahnya. Langkah Israr ini diharapkan menjadi inspirasi bagi atlet futsal Indonesia lainnya untuk berani menembus pasar Eropa.