NUSA TENGGARA BARAT — Scania mengumumkan bahwa Wibax Group, spesialis angkutan curah asal Swedia, telah resmi memesan 105 unit truk semi listrik baterai. Pabrikan truk Swedia itu menyebut transaksi ini sebagai tonggak penting bagi adopsi kendaraan listrik di sektor logistik Eropa. Tidak hanya soal volume, tetapi juga dampaknya terhadap standar emisi yang semakin ketat.
Kolaborasi Scania dan Wibax sebenarnya sudah berjalan sejak 2022. Saat itu, Wibax mengoperasikan satu unit kombinasi traktor-trailer tiga gandar pada rute sejauh 80 km antara Piteå dan Skellefteå di Swedia utara.
Meski kedua perusahaan tidak merinci hasil uji coba tersebut, lonjakan pesanan dari satu unit menjadi 105 unit menjadi indikator paling jelas. "Kami ingin mempercepat elektrifikasi armada. Dengan Scania, kami bisa memperkenalkan teknologi baru secepat mungkin untuk mencapai target elektrifikasi yang sudah ditetapkan," ujar Jonas Wiklund, CEO Wibax Group, dalam pernyataan resmi.
Wiklund menambahkan bahwa pihaknya percaya elektrifikasi akan lebih efektif dalam jangka panjang untuk operasional angkutan berat yang sifatnya repetitif dan jarak relatif pendek. Model operasi seperti ini menjadi inti dari logistik Wibax.
"Kami melihat ini sebagai bukti kepercayaan Wibax terhadap Scania sebagai mitra tepercaya dalam memperbesar skala operasi eMobility mereka," kata Tobias Ejderhamn, Kepala Penjualan Global Solusi e-truck Scania. Menurut Ejderhamn, pesanan sebesar ini menegaskan keyakinan Scania bahwa kendaraan listrik baterai adalah peluang strategis bagi pelanggan untuk memproteksi armada mereka dari regulasi emisi yang terus berkembang.
Scania berharap kesepakatan ini bisa menjadi suar bagi perusahaan transportasi lain di Uni Eropa yang masih ragu beralih ke listrik. Semakin banyak operator logistik yang melihat bahwa transisi ke truk listrik bukan lagi sekadar proyek percontohan, melainkan solusi operasional yang terukur dan andal.
Sayangnya, baik Scania maupun Wibax tidak menyebutkan detail spesifikasi teknis dari 105 unit yang dipesan, seperti kapasitas baterai, jarak tempuh, atau konfigurasi sasis. Namun, volume pesanan sebesar ini jelas akan berdampak pada kapasitas produksi pabrik Scania di Swedia.
Seperti halnya transisi energi di sektor lain, keputusan Wibax memborong 105 unit truk listrik ini menjadi sinyal bahwa logistik berat mulai serius meninggalkan solar. Pertanyaannya sekarang: siapa yang akan menyusul?