25 Guru Madrasah di Lombok Utara Kuasai Kurikulum Berbasis Cinta dan Kecerdasan Buatan

Penulis: Luthfi Hakim  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 14:32:31 WIB
guru madrasah di Lombok Utara mengikuti lokakarya kurikulum berbasis cinta dan kecerdasan buatan.

LOMBOK UTARA — Puluhan guru dari lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara mengikuti lokakarya penyusunan kurikulum dan desain pembelajaran berbasis cinta yang dibantu kecerdasan buatan. Kegiatan berlangsung di MTsN 1 Lombok Utara, Kamis (30/4/2026), mulai pukul 07.15 hingga 14.30 WITA.

Lokakarya ini digagas agar lembaga pendidikan Islam tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Penyelenggara menegaskan, kehadiran teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan alat bantu yang membebaskan pendidik dari beban administrasi berulang.

Konsep Panca Cinta dan AI sebagai Manifestasi Cinta Ilmu

Lalu Ahyadi, penyusun laporan kegiatan sekaligus perwakilan pelaksana, menjelaskan bahwa AI ditempatkan sebagai manifestasi dari Cinta Ilmu. "Untuk efisiensi kerja dan perluasan wawasan," ujarnya.

Sementara nilai Panca Cinta yang diusung meliputi Cinta Allah & Rasul, Cinta Ilmu, Cinta Diri & Sesama, Cinta Lingkungan, dan Cinta Tanah Air. Nilai-nilai ini menjadi jiwa dan arah dari setiap materi pembelajaran yang disusun.

Hasil Nyata: RPP Bahasa Indonesia Bertema Fenomena Alam

Dalam sehari penuh, peserta dibimbing memahami filosofi Kurikulum Berbasis Cinta. Mereka juga mempraktikkan penggunaan beragam alat kecerdasan buatan untuk merancang modul ajar.

Salah satu hasil konkret yang lahir dari lokakarya ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang MTs. Materi teks eksplanasi yang disusun dikaitkan dengan fenomena alam dan kebesaran Tuhan.

Antusiasme Peserta dan Prinsip Saling Membantu

Peserta terdiri dari 5 guru MIN, 10 guru MTsN, dan 10 guru MAN. Meskipun kemampuan awal dalam penguasaan teknologi bervariasi, semangat saling membantu antar peserta mewujudkan prinsip "Cinta Diri dan Sesama" berjalan nyata di lokasi kegiatan.

Hasil utama dari lokakarya ini berupa draf kurikulum yang siap diujicobakan, peningkatan keterampilan digital yang bijak, serta kesepahaman baru tentang pendidikan yang cerdas secara teknologi namun tetap manusiawi.

Rekomendasi: Pendampingan Berkelanjutan agar Tak Berhenti di Kertas

Pelaksana kegiatan merekomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan. Tujuannya agar pemahaman dan keterampilan yang telah diperoleh benar-benar melekat dalam kebiasaan mengajar sehari-hari, bukan sekadar dokumen.

Langkah ini diharapkan menjadi tonggak bagi madrasah di Lombok Utara untuk melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus kokoh dalam iman, takwa, dan akhlak mulia. Kegiatan ini direncanakan akan dipublikasikan melalui media massa Ampenan News sebagai bentuk penyebarluasan praktik baik pendidikan di daerah ini.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: ampenannews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top