Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Sumbawa Barat, Pusat di 75 Km Barat Daya, Tak Berpotensi Tsunami

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 13:15:07 WIB
Gempa magnitudo 3,1 mengguncang wilayah Sumbawa Barat pada Selasa pagi tanpa potensi tsunami.

SUMBAWA BARAT — Getaran gempa bumi dirasakan warga di sejumlah titik di Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (19/5/2026) pukul 08.51 WIB. BMKG mencatat pusat gempa berada di laut, tepatnya 75 kilometer arah barat daya wilayah tersebut.

Kedalaman gempa mencapai 33 kilometer. Dengan parameter ini, BMKG mengklasifikasikan gempa sebagai jenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di selatan Pulau Sumbawa.

Pusat Gempa di Laut, 75 Km Barat Daya Sumbawa Barat

Berdasarkan rilis resmi BMKG yang diunggah di media sosial, titik koordinat gempa berada di 9.41 Lintang Selatan dan 116.69 Bujur Timur. Lokasi episenter ini berada di zona megathrust yang kerap memicu gempa kecil hingga menengah di wilayah NTB bagian selatan.

Meski berpusat di laut, magnitudo 3,1 tergolong kecil. Energi yang dilepaskan tidak cukup besar untuk menimbulkan gelombang tsunami atau kerusakan bangunan yang signifikan.

Belum Ada Laporan Kerusakan atau Korban

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan rumah, fasilitas umum, atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Masyarakat di pesisir barat Sumbawa dilaporkan merasakan getaran ringan selama beberapa detik.

BMKG mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi BMKG.

Wilayah NTB Rawan Gempa, Warga Diingatkan Siaga

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah rawan gempa di Indonesia karena berada di jalur pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Gempa kecil seperti ini kerap terjadi dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memahami jalur evakuasi serta titik kumpul aman.

BMKG juga mengingatkan agar warga tidak membangun bangunan di area tebing curam atau tanah labil yang rawan longsor saat gempa terjadi. Kesiapsiagaan struktural dan non-struktural tetap menjadi kunci mengurangi risiko bencana.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: headline.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top