AGAM — Rencana pembangunan 360 unit hunian tetap (huntap) terpadu di Kabupaten Agam memasuki babak baru. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan proyek pemulihan pascabencana ini direalisasikan pada 2026.
Kepastian tersebut mengikuti alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk memulihkan permukiman warga terdampak bencana. Hunian yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dirancang sebagai kawasan terpadu dengan fasilitas penunjang.
Dukungan Anggaran untuk Pemulihan Hunian
Pembangunan huntap ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam penanganan pascabencana di Sumatera Barat. Kementerian PKP menempatkan Agam sebagai prioritas utama dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman.
Dengan total 360 unit, proyek ini ditargetkan menampung seluruh keluarga yang rumahnya rusak akibat bencana. Proses pembangunan melibatkan koordinasi erat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Kapan Pembangunan Huntap di Agam Dimulai?
Meski kepastian anggaran telah didapat, jadwal konstruksi masih menunggu detail lanjutan dari Kementerian PKP. Pemerintah daerah berharap proses tender dan persiapan lahan segera dituntaskan agar pembangunan tidak molor dari target awal 2026.
Kehadiran hunian tetap ini menjadi angin segar bagi warga Agam yang masih menempati hunian sementara atau mengungsi di rumah kerabat. Pemerintah menargetkan pembangunan selesai tepat waktu agar warga segera menempati rumah baru yang lebih layak dan aman.