MATARAM — Proses pemilihan Ketua KONI NTB yang baru jangan sampai memecah soliditas insan olahraga daerah. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara khusus meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak menaikkan tensi politik organisasi menjelang Musorprov yang akan digelar dalam waktu dekat.
“Tidak ada yang perlu diperdebatkan, tidak ada yang perlu membuat kita harus naik tensi. Kita jalani ini dengan kalem, kita jalani ini dengan tenang,” ujar Iqbal di Mataram, Jumat (14/8/2026) kemarin.
Tingginya atensi publik terhadap agenda ini dinilai Iqbal sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan olahraga NTB. Namun, antusiasme tersebut harus dikelola secara dewasa agar tidak berubah menjadi ketegangan yang mengganggu konsentrasi persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional.
Komunikasi dengan KONI Pusat dan Petahana Terus Dijalin
Gubernur memastikan jalur komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan tetap terbuka. Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Ketua KONI NTB Mori Hanafi, jajaran KONI Pusat, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar.
“Saya terus berkomunikasi dengan Pak Haji Mori Hanafi, dengan KONI Pusat, dan semua pihak. Kita sepakat bahwa proses ini harus berjalan dengan damai, baik, dan lancar,” tegasnya.
Menurut Iqbal, kesepakatan ini bukan sekadar formalitas. Stabilitas internal organisasi olahraga menjadi prasyarat utama agar NTB bisa serius mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON 2028. Beban moral untuk menyukseskan pesta olahraga nasional itu dinilai jauh lebih besar ketimbang kepentingan sesaat dalam pemilihan ketua.
Agenda PON 2028 Lebih Besar dari Sekadar Suksesi
“Kita ingin memasuki persiapan PON 2028 dengan suasana hati yang senang, damai, karena kita punya beban moral yang sangat berat untuk memastikan PON 2028 berlangsung dengan baik,” kata Iqbal.
Persiapan panjang lintas daerah membutuhkan energi, konsentrasi, dan kolaborasi. Konflik internal yang menguras perhatian hanya akan menghambat pemenuhan target infrastruktur, pembinaan atlet, hingga kesiapan penyelenggaraan yang sudah harus dimulai dari sekarang.
Di tengah dinamika tersebut, Gubernur meminta masyarakat untuk sementara waktu mengalihkan fokus pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momen refleksi ini dinilai tepat untuk memperkuat kebersamaan sebelum menghadapi agenda besar daerah.
Keputusan Musorprov Harus Dijunjung Semua Pihak
Iqbal menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih memimpin KONI NTB diyakini memiliki niat dan komitmen yang sama untuk memajukan olahraga daerah. Karena itu, proses pemilihan harus ditempatkan sebagai mekanisme organisasi, bukan ajang perpecahan.
“Tetap tenang, tetap sportif. Semua punya keinginan dan komitmen yang sama untuk melihat NTB lebih baik dalam semua hal, termasuk di dunia olahraga,” tegasnya.
Pasca-Musorprov, tantangan terbesar bagi ketua terpilih adalah merangkul seluruh kekuatan olahraga yang sempat berseberangan. Energi dari dinamika hari ini harus segera dikonversi menjadi kerja nyata untuk satu tujuan: mengharumkan nama NTB di PON 2028.