MATARAM — DPRD NTB meminta Pemprov NTB segera melakukan pendataan ulang atau appraisal terhadap seluruh aset daerah yang memiliki nilai ekonomi. Langkah ini dinilai krusial di tengah situasi efisiensi anggaran yang memaksa pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam menggali PAD.
Appraisal dan Digitalisasi Jadi Kunci
Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wirajaya menyatakan bahwa penilaian ulang aset sangat penting untuk mengetahui nilai kekayaan daerah secara keseluruhan. “Appraisal ini penting untuk mengetahui nilai aset daerah secara keseluruhan, dan juga kita bisa mengetahui potensi pendapatan yang bisa dihasilkan oleh aset-aset daerah ini,” ujarnya.
Selain appraisal, politisi Partai Gerindra ini juga mendorong digitalisasi data aset. Dengan sistem digital, jumlah dan nilai ekonomi setiap aset bisa terpantau secara akurat, sehingga tidak ada lagi celah kelalaian pengelolaan.
Aset Menganggur di Banyak Daerah
Menurut Wirajaya, masih banyak aset daerah yang bernilai tinggi namun belum dikelola maksimal. Aset berupa lahan milik Pemprov NTB tersebar di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, hingga Kabupaten Dompu di Pulau Sumbawa.
“Dalam situasi efisiensi saat ini, kita harus kreatif mencari tambahan PAD. Salah satunya lewat pemanfaatan aset ini. Saya rasa masih besar potensi pendapatan yang bisa digali dari kepemilikan aset daerah,” jelas Wirajaya.
Mencegah Kasus Lahan Lepas Terulang
Digitalisasi dan pendataan ulang juga dinilai vital untuk mengamankan keberadaan aset. Wirajaya mengingatkan kasus lahan kantor Bawaslu dan gedung wanita yang lepas akibat kelalaian di masa lalu. “Jangan sampai terulang,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika aset sudah dirapikan, potensi pendapatan seperti harga sewa yang saat ini terlalu rendah bisa segera disesuaikan. “Karena tidak memberi banyak manfaat bagi pendapatan daerah,” imbuhnya.
Langkah Selanjutnya: Kerja Sama dengan Pihak Ketiga
Setelah pendataan rampung, Wirajaya mendorong agar aset yang masih menganggur segera dikerjasamakan dengan pihak ketiga. “Supaya bisa memberi nilai tambah untuk PAD kita,” pungkasnya.