NUSA TENGGARA BARAT — Target ambisius itu disampaikan Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Multipurpose (SRMP) 17 di Tabanan, Bali, Minggu (7/6). Saat ini, program yang baru berjalan tersebut telah menampung lebih dari 15 ribu siswa. Pada tahun ajaran mendatang, pemerintah menambah kuota lebih dari 32 ribu siswa, sehingga total peserta didik diperkirakan mencapai lebih dari 45 ribu siswa.
Lonjakan Kapasitas Berkat Gedung Permanen
Peningkatan signifikan menjadi 100 ribu siswa pada 2026, menurut Gus Ipul, dimungkinkan oleh pembangunan 93 titik sekolah permanen yang tengah berlangsung di seluruh Indonesia. Salah satu lokasi pembangunan berada di Kabupaten Karangasem, Bali. “Tahun depan lebih dari 100 ribu siswa, insyaallah,” ujarnya dalam keterangan pers.
Gedung-gedung baru itu dirancang sebagai sekolah berasrama. Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, ruang makan, serta sarana kegiatan ekstrakurikuler. “Ini adalah arahan Bapak Presiden,” tegas Gus Ipul.
Sasaran Utama: Anak Miskin dan Putus Sekolah
Pembangunan sekolah permanen ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan. Gus Ipul menjelaskan, sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga miskin, anak putus sekolah, dan kelompok rentan lainnya. “Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan membuat semakin banyak anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan dapat kembali memperoleh kesempatan belajar secara layak,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintah di bidang sosial dan pendidikan. Dengan konsep asrama dan pembiayaan penuh dari negara, pemerintah berupaya memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang setara.
Presiden Tinjau Langsung Kesiapan Sekolah
Kunjungan Presiden Prabowo ke SRMP 17 Tabanan menjadi sinyal kuat dukungan penuh terhadap proyek ini. Kepala negara meninjau langsung fasilitas dan berinteraksi dengan para siswa. Kehadiran Presiden juga dianggap sebagai bentuk pengawasan langsung agar pembangunan sekolah-sekolah baru berjalan sesuai target.
Meski target peningkatan kapasitas terbilang besar, pemerintah belum merinci secara detail peta sebaran 93 titik pembangunan sekolah permanen tersebut. Namun, dengan adanya arahan langsung dari Presiden, proyek ini dipastikan menjadi salah satu prioritas utama kementerian terkait dalam APBN 2025-2026.