Pencarian

Museum NTB Perkenalkan Kain Tenun Sakral Suku Sasak di Pameran Nusa Wastra Yogyakarta, Ada 85 Koleksi

Minggu, 07 Juni 2026 • 12:03:01 WIB
Museum NTB Perkenalkan Kain Tenun Sakral Suku Sasak di Pameran Nusa Wastra Yogyakarta, Ada 85 Koleksi
Kain tenun osap Suku Sasak dipamerkan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta sebagai bagian dari Nusa Wastra.

MATARAM — Kain tenun bernama osap menjadi salah satu koleksi utama yang dibawa Museum Negeri NTB dalam pameran Nusa Wastra di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam menyebut kain osap bukan sekadar pakaian, melainkan benda sakral dalam sistem kepercayaan masyarakat Sasak.

"Kain osap bukan sekadar pakaian, melainkan benda magis yang menjadi penanda transisi kehidupan manusia menuju alam baka dalam kepercayaan adat Sasak," ujar Nuralam dalam pernyataan di Mataram, Minggu.

Simbol Kekuatan Magis pada Setiap Warna Kain Osap

Kain osap memiliki warna dasar putih yang dipadukan dengan merah dan biru. Setiap warna menyimpan makna spiritual yang kuat dalam tradisi Suku Sasak.

Warna putih melambangkan kesucian, keikhlasan, dan kepasrahan atau husnul khotimah. Sementara warna merah dan biru dikaitkan dengan kekuatan spiritual serta perlindungan terhadap pemakainya. Kain ini digunakan dalam ritual penghormatan terhadap leluhur dan upacara kematian.

Pameran Nusa Wastra: Tujuh Subtema Cerita di Balik Tenun

Pameran Nusa Wastra tidak hanya memajang kain, tetapi juga menyusun alur cerita menjadi tujuh subtema. Mulai dari benang-benang yang berjejalin, wastra dan penanda, hingga kain-kain magis yang menjadi daya tarik utama pengunjung.

Subtema lain mencakup proses dari untaian benang menjadi mahakarya, wastra wasesa, wastra bercerita, dan wastra nusantara sebagai warisan untuk masa depan. Pendekatan ini membuat pengunjung memahami nilai budaya di balik setiap helai kain.

Fadli Zon: Wastra Indonesia Sudah Jadi Bahan Pakaian Dunia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir dalam pembukaan pameran menekankan peran museum sebagai sarana perlindungan Warisan Budaya Benda (WBB). Ia menilai wastra merupakan industri budaya yang potensial untuk mendorong pariwisata dan inovasi fesyen.

"Sejak 2009, salah satu wastra Indonesia, batik, telah diinkripsi UNESCO sebagai intangible cultural heritage of humanity," pungkas Fadli Zon.

Menurutnya, kain-kain asal Indonesia sudah menjadi bahan pakaian di pasar internasional. Pameran seperti Nusa Wastra diharapkan mampu memperkuat posisi wastra nusantara di kancah global sekaligus menjaga kelestarian warisan leluhur.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks