MATARAM — Sosialisasi Modul Sapa Satpam digelar ABUJAPI NTB dalam rangkaian Musda III organisasi tersebut. Kasubditbin Satpam/Polsus Direktorat Binmas Polda NTB AKBP Iwan Syahrial membuka langsung kegiatan itu, dihadiri pengurus BPP ABUJAPI, pimpinan badan usaha jasa pengamanan se-NTB, dan perwakilan anggota Satpam dari berbagai wilayah.
Polda NTB menempatkan pembinaan Satpam sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan, bukan acara seremonial sekali jalan. Lewat modul tersebut, pengelola jasa pengamanan dan anggota Satpam mendapat pemahaman soal tata cara pelaksanaan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
Iwan menyebut sosialisasi ini menyasar cara bertugas di lapangan, terutama sikap terhadap warga di lingkungan kerja. Menurutnya, kesalahan pelaksanaan tugas bisa dicegah bila anggota Satpam paham batas peran dan fungsinya.
"Kegiatan ini adalah sosialisasi modul pelayanan Satpam yang humanis, agar seluruh anggota Satpam dapat melaksanakan tugas pelayanan pengamanan secara profesional dan lebih humanis," ujarnya.
Ia menegaskan pembinaan seperti ini penting dilakukan terus-menerus. Tujuannya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Satpam, bukan hanya menambah jumlah personel di lapangan.
Dalam sambutannya, Iwan meminta setiap anggota Satpam memahami tiga hal pokok. Pertama, tugas dan fungsinya di lingkungan tempat bertugas. Kedua, bertindak humanis saat berhadapan dengan warga. Ketiga, melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur.
"Seorang anggota Satpam harus memahami tugas dan fungsinya, bertindak humanis di lingkungan tempat bertugas, serta melaksanakan tugas dengan baik sesuai SOP," tegasnya.
Peserta diminta mengikuti sosialisasi dengan serius dan menyerap materi yang disampaikan. Harapannya, materi itu langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di masing-masing lingkungan kerja.
Modul Sapa Satpam diarahkan agar anggota Satpam di NTB makin memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Posisi itu membuat Satpam jadi garda terdepan di kawasan perkantoran, permukiman, dan pusat usaha.
Peningkatan profesionalisme yang disertai pelayanan humanis disebut menjadi salah satu kunci memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Bagi warga NTB, kualitas pelayanan Satpam di lingkungan kerja langsung terasa dalam interaksi sehari-hari.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Musda III ABUJAPI NTB yang mempertemukan pelaku usaha jasa pengamanan di provinsi tersebut. Pembinaan berkelanjutan dari Polda NTB diharapkan berlanjut ke anggota Satpam di lapangan.