PRAYA — Jumlah penonton yang hadir tahun ini melampaui proyeksi ITDC. Pengelola sirkuit semula memperkirakan sekitar 145.000 penonton, namun realisasi mencapai 157.875 orang. Angka itu lebih tinggi dibandingkan sekitar 140.000 penonton pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Peningkatan jumlah pengunjung membuat pengaturan arus kendaraan dan pergerakan penonton menjadi faktor penentu. Kapasitas jalan, area parkir, serta akses keluar-masuk kawasan sirkuit menerima tekanan lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
ITDC Sebut Pengamanan Berjalan Tanpa Hambatan Berarti
Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Pajar, menilai koordinasi pengamanan bersama Polda NTB membantu menjaga kelancaran kegiatan di kawasan sirkuit. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda NTB dan jajarannya.
"Yang pertama, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan pengamanan yang luar biasa dari Pak Kapolda dan jajarannya, di mana semuanya berjalan lancar, aman, tanpa hambatan apa pun. Kalaupun ada, masalah kecil-kecil," kata Ahmad Pajar.
Ahmad Pajar berharap kerja sama antara ITDC sebagai pemilik Mandalika dan Polda NTB terus terjalin. Menurutnya, pengalaman penyelenggaraan tahun ini menjadi pembanding penting bagi pengelolaan agenda berikutnya.
Pengalaman 2022 Jadi Pembanding: Kaki Terasa Jauh ke Masjid Nurul Bilad
Perwakilan manajemen ITDC mengingat situasi pada 2022 ketika kemacetan membuat perjalanan kaki dari kawasan sirkuit menuju Masjid Nurul Bilad terasa sangat panjang. Kondisi itu tidak terulang pada penyelenggaraan tahun ini meski penonton lebih banyak.
"Tapi ternyata ini dari tahun ke tahun dan luar biasa untuk tahun ini penontonnya lebih banyak, tapi crowd management-nya jauh lebih baik dan lebih rapi," katanya.
Pergerakan penonton sejak kedatangan hingga meninggalkan kawasan sirkuit dinilai berjalan lebih tertib. Pengendalian kerumunan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus manajemen penyelenggara.
Chairman MotoGP: Keamanan Relatif Terkendali, Kriminal Minim
Chairman MotoGP, Troy Reza Waroka, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda NTB. Ia menyoroti keberhasilan aparat mengantisipasi kemacetan di tengah meningkatnya jumlah penonton.
Menurut Troy, kekhawatiran terhadap lonjakan kendaraan tidak berkembang menjadi kemacetan besar. Situasi keamanan dinilai relatif terkendali dengan kejadian kriminal yang sangat minim.
"Alhamdulillah tidak terjadi, semua tertata, semua bisa bergerak. Terus kemudian juga yang paling penting relatif aman, tidak ada hal-hal yang membahayakan, itu sudah menjadi sebuah prestasi," ujar Troy.
Kapolda NTB: Zero Incident Hasil Sinergi, Bukan Kerja Tunggal Polisi
Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menegaskan keberhasilan pengamanan MotoGP Mandalika 2026 bukan kerja tunggal kepolisian. Menurutnya, hasil itu lahir dari sinergi Polda NTB, TNI, pemerintah daerah, ITDC, MGPA, dan seluruh lapisan masyarakat NTB.
"Keberhasilan dan kelancaran ajang internasional ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi bersama seluruh stakeholder terkait serta dukungan penuh dari masyarakat. Pengamanan yang tertib, aman, dan zero incident ini bukan hanya kebanggaan bagi NTB, tetapi juga menjadi bukti nyata kepada dunia internasional bahwa Indonesia sangat siap dan mampu menyelenggarakan event berkelas dunia dengan standar keamanan tertinggi," ujar Kapolda NTB.
Kapolda menambahkan, kondisi keamanan yang kondusif dan kelancaran mobilitas pengunjung berdampak langsung pada sektor pariwisata daerah maupun nasional. Hal itu sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
Tantangan Berikutnya: Jaga Standar saat Penonton Terus Bertambah
Keberhasilan mengelola arus penonton MotoGP Mandalika 2026 menjadi modal bagi penyelenggara dan aparat menghadapi agenda internasional berikutnya. Jumlah pengunjung yang meningkat menuntut koordinasi lebih kuat, terutama dalam pengaturan transportasi, akses kawasan, dan pengamanan.
Apresiasi ITDC dan MGPA menunjukkan kelancaran penyelenggaraan tidak hanya bergantung pada persiapan sirkuit. Kemampuan mengelola mobilitas puluhan ribu orang secara bersamaan menjadi faktor penentu. Bagi Mandalika, tantangan berikutnya adalah menjaga standar pelayanan agar pertumbuhan penonton tetap sejalan dengan kenyamanan dan keselamatan.