Pertamina Patra Niaga Tambah 72 Mobil Tangki, Antrean SPBU Mulai Surut

Penulis: Jefri Siahaan  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:04:31 WIB
Mobil tangki bahan bakar melintas di jalan raya untuk mempercepat pasokan ke SPBU.

NUSA TENGGARA BARAT — PT Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki di Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung untuk mengurai antrean di SPBU yang sempat memanjang. Penambahan armada lewat skema spot charter itu dilakukan setelah antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara kembali terkendali per Selasa (27/10). Bagi pengguna jalan dan pelaku usaha, kelancaran pasokan ini menentukan aktivitas harian dan distribusi barang.

Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki melalui skema spot charter dengan total kapasitas 1.704 kiloliter untuk mempercepat pasokan ke SPBU di tiga provinsi. Perusahaan juga memperpanjang jam operasional sejumlah terminal dan mengoptimalkan layanan di SPBU yang beroperasi 24 jam.

Langkah tersebut diambil setelah pemantauan operasional menunjukkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU mulai terurai. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan pemantauan stok dan penyaluran BBM dilakukan secara berkala, dengan prioritas pengiriman ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan.

Rincian Penambahan Armada per Wilayah

Di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga menambah 41 mobil tangki dengan kapasitas total 1.184 kiloliter. Sejumlah terminal dioperasikan selama 24 jam, dan layanan di 17 SPBU yang beroperasi 24 jam turut dioptimalkan.

Sulawesi Utara mendapat tambahan 11 mobil tangki berkapasitas 200 kiloliter. Operasional Integrated Terminal (IT) Bitung diperpanjang menjadi 24 jam untuk mempercepat pengiriman ke SPBU.

Adapun di Lampung, perusahaan menambah 20 mobil tangki dengan kapasitas 320 kiloliter. Pasokan juga dialihkan dari IT Palembang sebesar 120 kiloliter guna memperkuat stok di wilayah tersebut.

Antrean di Lima Provinsi Mulai Berkurang

Berdasarkan pemantauan operasional pada Selasa (27/10), kondisi antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara dilaporkan kembali terkendali. Sementara di Lampung dan Gorontalo, antrean terus menunjukkan tren penurunan.

Kitty menegaskan koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU terus diperkuat. Tujuannya agar pasokan dapat segera diterima dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

"Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Kitty melalui keterangan pers, Rabu (28/10/2026).

Dampak ke Pengguna dan Pelaku Usaha

Antrean panjang di SPBU langsung terasa bagi pengendara pribadi, angkutan umum, dan pelaku usaha yang bergantung pada BBM. Percepatan distribusi di tiga provinsi itu membantu memulihkan ritme aktivitas harian warga, terutama di jalur logistik dan kawasan wisata.

Penambahan armada lewat spot charter menjadi pilihan cepat ketika kebutuhan di lapangan melonjak. Skema ini memungkinkan perusahaan menyewa tangki tambahan tanpa menunggu pengadaan armada baru, sehingga pasokan bisa digeser mengikuti titik yang paling membutuhkan.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memantau stok dan penyaluran BBM secara berkala. Prioritas pengiriman diarahkan ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan, dengan pengaturan distribusi yang disesuaikan kondisi lapangan.

Bagi masyarakat, kepastian pasokan di SPBU menentukan kelancaran mobilitas sehari-hari. Sementara bagi pelaku usaha, terutama angkutan barang dan jasa, kelancaran distribusi BBM ikut menjaga biaya operasional tetap stabil di tengah aktivitas ekonomi yang berjalan.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top