Inggris Waspadai Prancis di Laga Kedua Piala Dunia Rugby, Poin dan Disiplin Jadi Kunci

Penulis: Jefri Siahaan  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 20:32:31 WIB
Winger Inggris Matty Ashton berbicara menjelang laga melawan Prancis pada pertandingan kedua Grup B-C Piala Dunia Rugby di Perth.

NUSA TENGGARA BARAT — Inggris mengejar selisih poin besar saat menghadapi Prancis di Perth pada laga kedua Grup B-C Piala Dunia Rugby, Sabtu. Kekalahan dari Tonga pekan lalu membuat pasukan Brian McDermott wajib menang sekaligus memperbaiki selisih angka yang terpaut jauh dari Samoa.

Matty Ashton menegaskan Inggris tidak boleh kehilangan disiplin meski tengah memburu poin besar. Winger berusia 28 tahun itu berbicara menjelang duel melawan Prancis di Perth, Australia Barat, pada pertandingan kedua Grup B-C Piala Dunia Rugby.

Kekalahan dari Tonga pada laga pembuka membuat Inggris bergantung pada hasil pertandingan lain di putaran kedua dan ketiga. Situasi makin rumit karena selisih poin Inggris kini terpaut 92 angka dari Samoa, yang menghancurkan Prancis 78-4 di laga pertama.

Ashton: Fokus pada Proses, Bukan Sekadar Mengejar Selisih Poin

Ashton menegaskan pendekatan tim tidak berubah meski kebutuhan meraih poin besar mendesak. Menurutnya, Inggris harus mengulang performa menjanjikan melawan Tonga sambil memperbaiki kesalahan di momen-momen krusial.

"Kami tahu laga pekan ini sedikit berbeda. Saya rasa tidak ada yang berubah dalam proses kami," kata Ashton, dikutip dari laporan pertandingan.

"Kami semua tahu poin harus dicetak, tapi kami tidak akan mendapatkannya tanpa tetap berpegang pada proses. Kami tidak boleh meremehkan Prancis," ujarnya menambahkan.

Ashton menekankan pentingnya kembali ke dasar permainan. Menurutnya, hal-hal yang sudah dilakukan Inggris melawan Tonga perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan, dengan harapan poin mengalir dengan sendirinya.

Rekor Pertemuan Berpihak ke Inggris

Inggris mencetak 106 poin dari dua pertemuan terakhir dengan Prancis, sementara hanya kebobolan 18 angka. Catatan itu menjadi modal berharga menghadapi tim asuhan Laurent Frayssinous.

Meski begitu, Ashton menolak menganggap remeh Prancis. Ia mengingatkan bahwa Prancis sempat tertinggal 28-0 dalam 20 menit pertama melawan Samoa, dan kondisi itu justru membuat mereka lebih fokus memperbaiki pertahanan.

"Kami tahu gaya rugby yang bisa mereka mainkan. Mereka cukup menarik ketika permainan mereka berjalan," kata Ashton, yang menggantikan Zach Eckersley dari Wigan di starting line-up.

"Kami memperkirakan tantangan berat dan Prancis yang berbeda pekan ini. Tim mana pun yang kebobolan 70-an poin pasti fokus pada pertahanan mereka," ujarnya.

Format Turnamen yang Tidak Menguntungkan Inggris

Format Piala Dunia Rugby kali ini memakai sistem grup tidak seimbang. Pool A berisi empat tim—Australia, Selandia Baru, Fiji, dan Kepulauan Cook—yang memperebutkan dua tiket semifinal lewat round-robin.

Pool B dan C digabung menjadi satu liga berisi enam tim, dan hanya dua teratas yang lolos ke semifinal. Inggris yang berada di Pool B harus menghadapi tiga tim Pool C: Tonga, Prancis, dan Papua Nugini.

Tonga kini di posisi terdepan menuju fase gugur setelah menambah kemenangan atas Inggris dengan menghancurkan Lebanon 36-0. Sione Katoa dan Jojo Fifita masing-masing mencetak dua try, sementara Paul Alamoti dan Leka Halasima melengkapi kemenangan Tonga.

Bagi Inggris, kemenangan atas Prancis nyaris wajib. Ashton dan rekan-rekannya juga hampir pasti perlu mengalahkan Papua Nugini pada 30 Oktober mendatang agar peluang lolos ke empat besar tetap terbuka.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top