NUSA TENGGARA BARAT — Serda M. Isak, Babinsa Kelurahan Tanjung Rhu, Pekanbaru, mengajak orang tua balita lebih aktif datang ke Posyandu sesuai jadwal. Lewat pendekatan langsung ke warga, ia menekankan pemantauan tumbuh kembang anak jadi lebih mudah ditangani sejak dini.
Posyandu Sekuntum Kembar Sekotak di Jalan Kampung Baru, RT 004/RW 006, Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh, jadi titik pertemuan warga dengan Babinsa Koramil 04/Lima Puluh, Kodim 0301/Pekanbaru, Serda M. Isak, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi, tapi ajakan konkret agar ibu-ibu membawa balitanya ke Posyandu sesuai jadwal.
Menurut Serda M. Isak, keterlibatan orang tua jadi kunci keberhasilan pemantauan tumbuh kembang anak. Lewat Posyandu, orang tua bisa mendapat informasi perkembangan buah hati sekaligus tahu lebih awal bila ada hal yang perlu diperhatikan.
Posyandu bukan cuma tempat menimbang berat badan. Petugas kesehatan Puskesmas Lima Puluh memakai kesempatan itu untuk memantau kondisi kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan balita secara rutin.
Kalau ibu datang sesuai jadwal, data pertumbuhan anak tercatat berurutan. Pola itulah yang membantu petugas mengenali gangguan lebih cepat, sebelum jadi masalah yang lebih rumit.
Serda M. Isak menegaskan, rutin mengikuti pelayanan Posyandu membuka akses orang tua pada informasi perkembangan anak. Bukan hanya soal angka di buku KIA, tapi juga saran praktis dari petugas.
Ia juga mengajak warga saling mengingatkan soal pentingnya pelayanan kesehatan dasar bagi anak usia dini. Kesadaran keluarga, menurutnya, tumbuh dari komunikasi dan kerja sama yang baik antara warga, tenaga kesehatan, dan aparat kewilayahan.
Ibu Sumarni, perwakilan warga yang disebut sebagai Ibu RW 05, mengapresiasi perhatian Babinsa terhadap masyarakat. Ia menilai komunikasi yang dilakukan Serda M. Isak jadi pengingat bagi warga agar tidak mengabaikan jadwal Posyandu.
Ia berharap sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus terjaga. Dengan begitu, pemantauan tumbuh kembang balita di Kelurahan Tanjung Rhu bisa berjalan lebih baik.
Kalau berat badan anak tidak naik dalam beberapa kali penimbangan, nafsu makan menurun drastis, atau ada keterlambatan dalam kemampuan gerak dan bicara, jangan tunggu jadwal Posyandu berikutnya. Sampaikan langsung ke kader atau petugas Puskesmas.
Bawa buku KIA setiap kunjungan. Catatan itu membantu petugas melihat riwayat pertumbuhan anak dan menentukan langkah lanjutan yang tepat.
Kegiatan komunikasi sosial seperti yang dilakukan Serda M. Isak menunjukkan pemantauan tumbuh kembang balita bukan tugas ibu seorang diri. Ada kader, petugas kesehatan, dan lingkungan sekitar yang siap membantu asal orang tua mau hadir dan bertanya.