NUSA TENGGARA BARAT — Truk bernomor pelat W 9528 UJ menabrak sepeda motor Honda Beat di Jalan Pantura Panglima Sudirman, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Selasa (15/9/2026) malam. Kecelakaan diduga dipicu sopir mengantuk hingga truk oleng ke jalur berlawanan. Dua remaja pengendara motor selamat setelah memilih melompat dari kendaraannya.
Truk yang dikemudikan Sulistiyo Hadi (44), warga Gresik, melaju dari arah Semarang menuju Surabaya dengan muatan penuh. Saat melintas di lokasi kejadian, truk tiba-tiba membanting setir ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan.
Di waktu yang hampir bersamaan, sepeda motor Honda Beat bernomor pelat S 3809 FK melintas dari sisi selatan dan hendak menyeberang ke utara. Motor itu dikendarai Aldho Shafa Okta Aditya Putra (17) bersama Dhieasta Ahmad Fahrezy (16), keduanya warga Kecamatan Tuban.
Tabrakan tidak terhindarkan. Sepeda motor terseret truk hingga rusak parah, sementara kedua pengendaranya memilih melompat untuk menyelamatkan diri. Setelah menghantam motor, truk terus melaju dan menghantam pohon besar di tepi jalan.
"Saya dari timur mau menyeberang. Saya berhenti di sini, kemudian truk dari sana tiba-tiba membanting setir ke kanan. Motor saya terseret truk dan rusak parah. Saya langsung loncat," ujar Aldho Shafa, pengemudi motor.
Aldho dan Dhieasta keluar dari insiden ini tanpa luka serius. Keputusan melompat dari motor menjadi penyelamat nyawa keduanya, meski kendaraan yang mereka tumpangi hancur terseret truk bermuatan berat itu.
Jalan Pantura Panglima Sudirman merupakan jalur utama yang menghubungkan Semarang dan Surabaya. Jalur ini dilalui ribuan kendaraan berat setiap hari, mulai dari truk logistik hingga bus antarkota, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas tergolong tinggi, terutama pada malam hari.
Polisi menduga Sulistiyo mengantuk saat mengemudi sehingga kehilangan kendali atas truknya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian setempat soal penetapan tersangka maupun proses hukum lanjutan terhadap sopir.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura Tuban yang melibatkan kendaraan berat. Faktor kelelahan sopir kerap menjadi pemicu utama, terutama untuk perjalanan jarak jauh yang menempuh rute antarpulau di Jawa.