NUSA TENGGARA BARAT — Perbandingan ini disusun dari data spesifikasi resmi kedua perangkat yang beredar di pasar global awal 2026. Kami belum memegang unit uji fisik, jadi catatan performa mengacu pada skor benchmark pihak ketiga yang sudah dipublikasikan. Untuk pengalaman kamera jangka panjang, kami masih menunggu sampel review independen.
vivo X300 Pro memasang panel LTPO AMOLED 6,78 inci, resolusi 1260 x 2800 piksel (452 ppi), refresh rate 120Hz, dan puncak kecerahan 4.500 nits. Angka itu tertinggi di kelasnya dan menjaga layar tetap terbaca di bawah matahari langsung.
Xiaomi 17 Pro memilih layar 6,3 inci, resolusi 1220 x 2656 piksel (464 ppi), 120Hz, dan puncak 3.500 nits. Densitas pikselnya lebih tinggi dan mendukung 68B colors, tapi ukuran layar lebih kecil membuatnya kurang ideal untuk konsumsi film.
Untuk pengguna yang sering menonton HDR atau main game layar penuh, vivo jelas lebih memuaskan. Sebaliknya, Xiaomi lebih nyaman digenggam satu tangan.
Ini pembeda yang jarang disorot. Xiaomi 17 Pro hanya berbobot 192 gram dengan dimensi 151,1 x 71,8 x 8 mm. vivo X300 Pro jauh lebih berat di 226 gram dengan bodi 161,2 x 75,5 x 8 mm.
Selisih 34 gram bukan angka kecil. Setelah dipakai dua-tiga jam scrolling atau gaming, pergelangan tangan akan terasa bedanya. Xiaomi juga memakai Xiaomi Dragon Crystal Glass, sedangkan vivo mengandalkan Armor Glass dengan rating gores Mohs level 4.
Display Port di Xiaomi berguna kalau Anda sering presentasi atau main game di monitor eksternal. vivo menang di eSIM dan cakupan navigasi satelit.
vivo X300 Pro membawa baterai Si/C 6.510 mAh (varian global) dengan charging 90W wired dan 40W wireless. Catatan penting: varian Eropa hanya 5.440 mAh, turun drastis dari versi global.
Xiaomi 17 Pro mengusung 6.300 mAh dengan charging 100W wired, 50W wireless, dan reverse wireless 22,5W. Selisih kapasitas hanya 210 mAh atau sekitar 3,3 persen — kira-kira 15-30 menit tambahan screen-on time.
Tapi kecepatan isi ulang Xiaomi lebih unggul: 0-100 persen sekitar 25 menit, sedangkan vivo butuh sekitar 30 menit. Untuk pengguna di Indonesia yang dapat varian global, vivo tetap menang tipis di daya tahan.
vivo X300 Pro ditenagai MediaTek Dimensity 9500 (3nm) dengan skor AnTuTu device total 3.277.737. Xiaomi 17 Pro memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3nm) dengan AnTuTu SoC total 2.449.060 — sayangnya belum ada skor device lengkap untuk Xiaomi.
Artinya, untuk multitasking berat dan aplikasi produktivitas, Xiaomi lebih kencang. Tapi GPU vivo sedikit lebih tinggi di benchmark sintetis — meski optimasi game di Snapdragon biasanya lebih matang.
vivo menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6 dan berkomitmen 5 major Android upgrades. Xiaomi 17 Pro pakai Android 16 dengan HyperOS 3, tapi belum ada konfirmasi durasi update resminya.
Kalau Anda berencana pakai ponsel ini 4-5 tahun, komitmen vivo jelas lebih aman secara jangka panjang.
vivo X300 Pro membawa tiga kamera belakang: 50 MP f/1.6 wide (1/1.28", OIS), 200 MP f/2.7 periscope telephoto (1/1.4", 3,7x optical, OIS, macro 2,7:1), dan 50 MP f/2.0 ultrawide 119 derajat.
Spesifikasi kamera Xiaomi 17 Pro terpotong di bahan yang kami terima, jadi belum bisa dibandingkan head-to-head secara adil. Untuk sektor ini, kami menahan penilaian sampai data lengkap tersedia.
vivo X300 Pro
Xiaomi 17 Pro
Pilih vivo X300 Pro kalau Anda butuh layar besar, baterai tahan lama, kamera telephoto serius, dan jaminan update panjang. Pilih Xiaomi 17 Pro kalau Anda mengutamakan performa CPU, bobot ringan untuk pemakaian satu tangan, dan charging tercepat.
Harga resmi kedua perangkat di Indonesia belum diumumkan saat artikel ini ditulis. Kalau selisih harga di pasar lokal lebih dari Rp 2 juta, pertimbangan bisa berubah — terutama karena Xiaomi biasanya lebih agresif di segmen ini.