Banjir Bhotekoshi Lumpuhkan Wisata Nepal, Hotel di Pokhara-Chitwan Sepi

Penulis: Khoirul Anwar  •  Selasa, 15 September 2026 | 10:32:31 WIB
Banjir bandang Sungai Bhotekoshi memicu pembatalan pemesanan hotel di sejumlah destinasi wisata Nepal.

NUSA TENGGARA BARAT — Musim gugur yang biasanya jadi periode tersibuk pariwisata Nepal berubah jadi mimpi buruk. Banjir bandang yang melanda Sungai Bhotekoshi memicu gelombang pembatalan pemesanan hotel di sejumlah destinasi utama, dari Chitwan hingga Pokhara dan Lumbini.

Laporan Kathmandu Post menyebut wisatawan mancanegara dan domestik sama-sama membatalkan rencana perjalanan. Pemicu utamanya bukan banjir itu sendiri, melainkan kerusakan infrastruktur jalan dan pemberitaan negatif yang menyebar lewat imbauan perjalanan.

Hunian di Sauraha Anjlok di Bawah 5 Persen

Sauraha di Chitwan punya 125 hotel dengan kapasitas gabungan 8.000 wisatawan per hari. Kawasan ini biasanya dipadati pengunjung pada musim ini. Kini hanya segelintir tamu yang terlihat di destinasi wisata hutan tersebut.

"Saat ini hampir tidak ada wisatawan. Tingkat hunian hotel berada di bawah 5 persen," ujar Suman Ghimire, mantan ketua Asosiasi Hotel Regional Sauraha.

Jungle Safari Lodge milik Ghimire memiliki 34 kamar. Setelah pembatalan beruntun, sebagian besar kamar itu kosong. Perjalanan darat ke Chitwan terhenti setelah ruas Jalan Raya Krishnabhir hanyut diterjang banjir.

Royal Tulip Chitwan Hotel yang dikelola KTM Hospitality mencatat pembatalan hingga 80 persen dari 65 kamarnya. "Sektor pariwisata sangat terpukul oleh banjir. Meskipun destinasi wisatanya sendiri tidak terdampak banjir, rumor dan laporan yang menyesatkan mengenai situasi tersebut telah memberikan dampak yang signifikan," kata Rameshwar Sah, ketua Royal Tulip.

Wakil ketua Asosiasi Hotel Regional, Gunaraj Thapaliya, menggambarkan kondisi serupa. "Kecuali segelintir wisatawan China, saat ini tidak ada pengunjung di Sauraha," ujarnya.

Pokhara Kehilangan 30 Persen Pemesanan

Pokhara di distrik Kaski menanggung beban berlapis. Selain banjir Bhotekoshi, kerusakan Jalan Raya Prithvi di Krishnabhir memutus jalur utama dari Kathmandu.

"Musim wisata bagi pengunjung asing sudah dimulai. Namun, saat ini hingga 30 persen pemesanan hotel telah dibatalkan," kata Hari Bhujel, ketua Dewan Pariwisata.

Bhujel menyebut penutupan Jalan Raya Prithvi, kenaikan harga tiket pesawat, keterbatasan penerbangan Pokhara-Kathmandu, dan penerapan tarif dolar bagi wisatawan asing sebagai faktor yang saling memperparah.

Terminal bus wisata di Mustang Chowk yang biasanya sibuk dari pagi hingga malam kini lengang. Dari 24 bus pagi dan 8 bus malam menuju Kathmandu, hanya bus tujuan Chitwan dan Lumbini yang masih beroperasi.

Lumbini Kehilangan Kunjungan Musim Oktober-November

Kota kelahiran Buddha itu juga mulai kehilangan wisatawan. Lilamani Sharma, ketua Asosiasi Hotel Lumbini, menyatakan wisatawan mancanegara yang transit lewat Kathmandu membatalkan pemesanan hotel mereka. Pemesanan untuk musim ramai Oktober-November turut dibatalkan.

"Banjir Bhotekoshi telah menimbulkan kesan negatif bahwa seluruh negeri sedang diliputi ketakutan dan kesulitan. Oleh karena itu, kita harus meyakinkan masyarakat internasional bahwa Lumbini aman dan dapat diakses," ujar Himal Upreti, penjabat sekretaris anggota Lumbini Development Trust (LDT).

Yang Perlu Diketahui Traveler Sebelum ke Nepal

Bagi yang tetap berencana berkunjung, kondisi lapangan masih berubah cepat. Jalan Raya Prithvi menuju Pokhara dan ruas Krishnabhir menuju Chitwan menjadi dua titik paling terdampak. Konfirmasi status jalan dan jadwal penerbangan domestik ke dinas pariwisata atau agen perjalanan setempat sebelum berangkat.

Opsi udara dari Kathmandu ke Pokhara masih tersedia, meski jumlah penerbangan terbatas dan tarifnya naik. Untuk Chitwan dan Lumbini, bus wisata dilaporkan masih beroperasi dari terminal Mustang Chowk, Pokhara.

Destinasi seperti Sauraha, Pokhara, dan Lumbini secara fisik tidak terdampak banjir. Informasi terkini soal akses dan akomodasi dapat dikonfirmasi via Nepal Tourism Board atau asosiasi hotel regional setempat.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top