NUSA TENGGARA BARAT — Data wholesales atau distribusi pabrik ke dealer sepanjang Agustus 2026 menunjukkan pasar mobil listrik murni di Indonesia masih tumbuh dua digit. Angka 17.413 unit itu menjadi rekor bulanan sepanjang tahun ini. Kenaikan 24,63 persen dari bulan sebelumnya menandakan permintaan BEV belum melambat meski sejumlah merek mulai melakukan penyesuaian harga.
Hatchback listrik ini menguasai hampir sepertiga total pasar BEV bulan lalu. Penjualannya melesat dari 4.233 unit pada Juli 2026 menjadi 5.560 unit pada Agustus 2026.
Posisi harga yang lebih terjangkau dibanding model BYD lain menjadi alasan utama Atto 1 tetap jadi pintu masuk konsumen ke ekosistem listrik merek asal Shenzhen itu. Tiga model BYD lain ikut masuk 10 besar: M6 di posisi kelima dengan 679 unit, Atto 3 di posisi kesembilan dengan 363 unit.
Jaecoo J5 menempati posisi kedua dengan 3.214 unit. Model SUV ini membuktikan segmen sport utility masih jadi favorit di pasar listrik Indonesia.
Geely EX2 menutup tiga besar dengan 1.495 unit. Geely juga menempatkan EX5 di posisi keenam dengan 487 unit, menjadikannya satu-satunya merek selain BYD yang punya dua wakil di jajaran 10 besar.
Wuling Aira EV terdistribusi 754 unit pada Agustus 2026, tak jauh berbeda dari bulan sebelumnya. Padahal model ini jadi salah satu yang paling banyak dikunjungi di booth Wuling selama Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Wuling masih menempatkan Darion EV di posisi ketujuh dengan 443 unit. Dua model ini menjadi tulang punggung Wuling di segmen BEV, meski secara volume masih jauh di bawah BYD.
VinFast VF3 menempati posisi kesepuluh dengan 341 unit. Model mungil asal Vietnam ini berhasil menyisihkan Xpeng G6 (305 unit) dan Xpeng X9 (304 unit) yang harus puas di posisi 11 dan 12.
Selisih tipis antara VF3, G6, dan X9 menunjukkan persaingan di segmen bawah 10 besar cukup ketat. Tiga model ini hanya terpaut 37 unit satu sama lain.
Dari 20 model yang masuk daftar, 17 di antaranya berasal dari merek China seperti BYD, Wuling, Geely, Chery, Xpeng, dan Changan. MG S5 EV di posisi kedelapan dengan 428 unit melengkapi dominasi tersebut.
Citroen e-C3 menjadi satu-satunya wakil Eropa dengan 49 unit. Sementara VinFast VF3 jadi satu-satunya merek ASEAN non-China yang masuk 10 besar.
Distribusi 17.413 unit pada Agustus 2026 menjadi sinyal bahwa pasar BEV Indonesia masih dikuasai pemain China dengan strategi harga agresif dan jajaran model yang lebar, dari city car hingga SUV tujuh penumpang.