352 Siswa SD di Lombok Tengah Keracunan MBG, NasDem Pertanyakan Banyaknya SPPG yang Sudah Di-suspend

Penulis: Luthfi Hakim  •  Minggu, 13 September 2026 | 08:01:31 WIB
Siswa SD di Lombok Tengah menjalani penanganan di puskesmas usai diduga keracunan MBG.

LOMBOK TENGAH — Ratusan siswa dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, mengalami keluhan muntah-muntah dan pusing usai menyantap MBG. Satgas Pengawasan MBG Lombok Tengah memastikan seluruh korban sudah mendapat penanganan di sejumlah puskesmas setempat.

Ketua Satgas MBG Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya menyebut pihaknya masih mengecek kondisi para siswa yang dirawat. Sebagian korban dilaporkan sudah dipulangkan.

"Kebetulan baru Pak Asisten II, sudah menuju ke Lokasi SPPG dan Puskesmas beliau laporkan ke saya bahwa sebagian dari siswa korban keracunan MBG ini itu sudah pulang," kata Firman, Jumat (11/9).

SPPG Penyalur Terancam Di-suspend

Ketua Satgas Program MBG NTB Fathul Gani mengatakan SPPG yang menyalurkan makanan kepada 352 siswa tersebut terancam kena suspend atau dihentikan sementara. Sanksi itu akan diberlakukan sebagai bahan evaluasi.

"Ya kalau melihat situasi otomatis suspend," kata Fathul saat ditemui di kantor Gubernur NTB.

Durasi penghentian sementara, lanjut Fathul, masih menunggu keputusan BGN. Menurutnya, suspend juga diperlukan untuk memulihkan kepercayaan dan kondisi psikologis penerima manfaat agar tidak trauma mengonsumsi makanan MBG.

"Cuma jangka waktunya (suspend) nanti menunggu keputusan BGN. Sebagai bahan evaluasi apalagi ini menimbulkan keracunan," ujarnya.

NasDem: SDM di SPPG Harus Diganti

Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Irma Chaniago mengaku heran kasus keracunan MBG kembali terjadi. Ia menilai sudah cukup banyak SPPG yang di-suspend BGN karena tidak memenuhi persyaratan seperti laik higiene dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

"Kok terjadi lagi ya, padahal sudah cukup banyak yang di-suspend terkait dengan SPPG yang tidak sesuai persyaratan seperti Laik Higiene dan IPAL," kata Irma kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

Irma menilai pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaan MBG di dapur tersebut tidak bertanggung jawab. Ia meminta sumber daya manusia di SPPG bersangkutan segera diganti.

"SDM dari BGN yang ada di SPPG tersebut harus diganti, karena tidak bertanggung jawab. Harusnya makanan yang bermasalah tidak bisa keluar dari dapur jika mereka bekerja dengan baik," kata dia.

Penanganan Korban dan Evaluasi ke Depan

Para siswa yang diduga keracunan MBG tersebar dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Batukliang. Keluhan muncul setelah mereka mengonsumsi makanan dari dapur SPPG yang sama.

Satgas MBG Lombok Tengah menyatakan penanganan korban dilakukan di puskesmas-puskesmas terdekat. Asisten II Pemkab Lombok Tengah turun langsung mengecek lokasi SPPG dan puskesmas untuk memastikan proses penanganan berjalan.

Keputusan final soal status SPPG penyalur kini berada di tangan BGN. Hasil evaluasi itu akan menentukan apakah penghentian sementara diberlakukan dan berapa lama durasinya.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top