6 Tempat Wisata Keluarga di Jogja, dari Candi Prambanan hingga Lava Tour Merapi

Penulis: Khoirul Anwar  •  Kamis, 10 September 2026 | 10:32:31 WIB
Kompleks Candi Prambanan menawarkan wisata edukatif budaya bagi keluarga.

NUSA TENGGARA BARAT — Candi Prambanan bukan sekadar tempat melihat kemegahan candi Hindu terbesar di Indonesia. Kompleks ini juga jadi destinasi edukatif untuk mengenalkan anak pada budaya dan peninggalan nenek moyang. Area yang luas dan berbagai aktivitas di dalamnya membuat tempat ini cocok dikunjungi bersama keluarga.

Menjelajah Empat Candi dalam Satu Kompleks

Di kawasan Prambanan, pengunjung tidak hanya berkeliling ke satu candi. Ada tiga candi lain yang bisa dikunjungi, yaitu Lumbung, Bubrah, dan Sewu. Untuk keliling lebih santai, keluarga bisa menyewa electric vehicle (EV) yang tersedia di area kompleks.

Salah satu pengalaman yang sayang dilewatkan adalah berfoto dengan Wastra Prambanan. Pengunjung bisa merasakan pengalaman menjadi keluarga bangsawan Tanah Jawa dengan balutan kain yang terinspirasi dari relief Candi Prambanan. Pemesanan Wastra Prambanan dilakukan secara online, terpisah dari tiket masuk.

Keraton Ratu Boko: Situs Sejarah dengan Panorama Senja

Tidak jauh dari Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko berdiri di atas bukit. Situs ini diyakini sebagai istana atau tempat peribadatan yang dibangun sekitar tahun 600 Masehi oleh Rakai Panangkaran, raja kedua Kerajaan Medang Mataram.

Gapura menjadi spot ikonik di sini. Pengunjung juga bisa melihat reruntuhan ruangan masa lalu seperti keputren, paseban, pendapa, serta gua lanang dan gua wadon yang dipercaya sebagai tempat Rakai Panangkaran bermeditasi.

Destinasi ini menawarkan pemandangan matahari terbenam dengan latar Candi Prambanan dan Gunung Merapi. Suasananya lebih tenang dan udaranya sejuk karena berada di atas bukit. Anak-anak bisa berlarian di area terbuka dengan pengawasan, sementara orang tua duduk santai menikmati panorama.

Empat Destinasi Lain untuk Melengkapi Itinerary

Selain dua situs bersejarah itu, Jogja punya sejumlah destinasi wisata keluarga lain yang bisa melengkapi liburan.

1. Taman Pintar

Taman Pintar menghadirkan wahana edukatif yang mengajak anak bermain sekaligus belajar. Ada zona sains, planetarium, dan area kreativitas yang membuat anak betah berlama-lama.

2. Kebun Binatang Gembira Loka

Gembira Loka jadi favorit keluarga karena koleksi satwanya lengkap dan area bermainnya luas. Pengunjung juga bisa naik perahu keliling danau kecil di dalam kebun binatang.

3. Jalan Malioboro

Belum lengkap rasanya ke Jogja tanpa mampir ke Malioboro. Setelah berkeliling seharian, keluarga bisa jalan santai sore hingga Titik Nol Kilometer. Di sini tersedia pilihan belanja oleh-oleh dan spot foto dengan suasana khas kota Gudeg.

4. Ibarbo Park

Ibarbo Park menawarkan pengalaman rekreasi sekaligus mengenal beragam satwa. Area edukasi dan interaksi dengan hewan dikemas dalam suasana yang menyenangkan, cocok untuk anak-anak maupun keluarga.

5. Jeep Lava Tour Merapi

Bagi yang ingin pengalaman menantang, Jeep Lava Tour Merapi bisa jadi pilihan. Peserta diajak menjelajahi lereng Merapi menggunakan kendaraan Jeep melewati medan berbatu hingga jalur berpasir.

6. The Lost World Castle

The Lost World Castle berada di kawasan lereng Gunung Merapi. Bangunan bergaya kastil dan panorama alam pegunungan jadi daya tarik utama. Selain berfoto, pengunjung bisa menikmati suasana sejuk khas lereng Merapi sambil menjelajahi area wisata.

Tips Menyusun Itinerary Keluarga di Jogja

Kombinasikan destinasi bersejarah seperti Prambanan dan Ratu Boko pada pagi hingga sore, lalu tutup dengan wisata edukatif atau kuliner di Malioboro. Untuk wahana seperti Taman Pintar dan Gembira Loka, alokasikan waktu setengah hari agar anak tidak kelelahan.

Informasi terkini soal jam buka, harga tiket, dan kuota kunjungan di tiap destinasi dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi pengelola atau dinas pariwisata setempat.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: injourneydestination.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top