Harga BBM Nonsubsidi Naik per September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite, dan Shell V-Power Diesel Terdampak

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Senin, 07 September 2026 | 11:18:31 WIB
Petugas memeriksa harga BBM nonsubsidi di sebuah SPBU Pertamina di Nusa Tenggara Barat, yang mengalami penyesuaian mulai 1 September 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Pertamina, Shell, dan bp kompak menyesuaikan harga jual BBM nonsubsidi mereka per 1-7 September 2026. Penyesuaian ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah, yang berdampak langsung pada biaya produksi dan distribusi bahan bakar non-subsidi di dalam negeri.

Dari pantauan di lapangan, tidak semua produk mengalami perubahan harga. Pertamax RON 92 masih bertahan di angka Rp15.950 per liter, namun untuk segmen performa tinggi dan diesel, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam.

Rincian Lengkap Kenaikan Harga BBM Pertamina per 7 September 2026

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga empat produk unggulannya. Kenaikan terbesar secara persentase terjadi pada Dexlite yang kini dibanderol Rp23.700 per liter. Berikut rincian lengkapnya:

  • Pertalite RON 90: Rp10.000 per liter (tetap)
  • Solar Subsidi: Rp6.800 per liter (tetap)
  • Pertamax RON 92: Rp15.950 per liter (tetap)
  • Pertamax Green RON 92: Rp19.150 per liter (naik dari Rp16.600)
  • Pertamax Turbo RON 95: Rp19.600 per liter (naik dari Rp18.300)
  • Dexlite CN 51: Rp23.700 per liter (naik dari Rp19.700)
  • Pertamina Dex CN 53: Rp25.200 per liter (naik dari Rp21.150)

Harga Shell dan bp Ikut Naik: V-Power Diesel Sentuh Rp25.420

Stasiun pengisian bahan bakar asing turut menyesuaikan harga sejak 1 September 2026. Di SPBU Shell, produk diesel beroktan tinggi yakni V-Power Diesel kini dibanderol Rp25.420 per liter, selisih tipis dengan Pertamina Dex.

Sementara itu, jaringan bp melakukan penyesuaian pada dua produknya. Yang paling mencolok adalah BP Ultimate yang harganya melonjak signifikan dari Rp16.760 menjadi Rp19.330 per liter. Berikut rinciannya:

  • BP 92: Rp16.130 per liter (tetap)
  • BP Ultimate: Rp19.330 per liter (naik dari Rp16.760)
  • BP Ultimate Diesel: Rp25.420 per liter (naik dari Rp21.910)

Dampak ke Dompet Konsumen dan Sektor Logistik

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini otomatis mengerek biaya operasional kendaraan pribadi bermesin besar serta armada logistik yang menggunakan bahan bakar diesel non-subsidi. Untuk pemilik kendaraan diesel modern yang biasa mengisi Dexlite, selisih Rp4.000 per liter akan terasa signifikan dalam satu kali pengisian penuh tangki 50 liter, yakni bertambah sekitar Rp200.000 per pengisian.

Menariknya, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap stabil. Hal ini menunjukkan pemerintah masih konsisten menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah, sementara beban fluktuasi pasar dibebankan kepada segmen nonsubsidi yang memang tidak mendapat kompensasi dari APBN.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian ESDM mengenai kapan evaluasi harga berikutnya akan dilakukan. Konsumen disarankan memantau aplikasi MyPertamina atau situs resmi masing-masing merek untuk mendapatkan informasi harga terbaru di wilayahnya.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top