MATARAM — Indonesia diposisikan sebagai gerbang strategis bagi Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) untuk menembus pasar ASEAN. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, menegaskan peran sentral Indonesia di tengah persaingan ekonomi global yang kian kompetitif.
EAEU merupakan blok ekonomi yang beranggotakan Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan. Dengan populasi lebih dari 180 juta jiwa, blok ini menawarkan pasar alternatif yang belum tergarap maksimal oleh eksportir Indonesia, termasuk pelaku usaha di NTB. Posisi strategis Indonesia dinilai mampu menjadi jembatan antara pasar Eurasia dan ASEAN yang memiliki total populasi lebih dari 660 juta orang.
Wacana ini membuka ruang ekspor baru bagi Nusa Tenggara Barat yang selama ini terfokus pada China, Jepang, dan Amerika Serikat. Mutiara hasil budidaya di Sekotong dan rumput laut dari kawasan pesisir Sumbawa menjadi komoditas unggulan yang berpeluang besar diterima pasar Rusia dan Kazakhstan.
Sektor pariwisata juga berpotensi terdampak positif apabila konektivitas penerbangan dan promosi bersama antara Indonesia dan negara-negara EAEU semakin diperkuat.
Kendati demikian, realisasi wacana ini masih membutuhkan perundingan lanjutan terkait skema tarif, standar sertifikasi produk halal, serta regulasi bea cukai yang selama ini menjadi hambatan utama ekspor ke kawasan Eropa Timur.