NUSA TENGGARA BARAT — Harga tersebut terungkap dalam daftar resmi yang beredar, menyusul kesiapan BYD menjual Atto 1 di Indonesia. Dengan skema CKD, model ini jadi bukti komitmen pabrikan memperkuat basis produksi lokal sambil menekan harga jual.
Atto 1 dirancang sebagai city car dengan panjang 3.925 mm, lebar 1.720 mm, dan tinggi 1.590 mm. Jarak sumbu rodanya 2.500 mm, sementara ground clearance berada di angka 155 mm.
Ukuran ini jelas menguntungkan pengguna yang kerap berkutat dengan kemacetan dan keterbatasan lahan parkir. Manuver di jalan sempit pun terasa lebih mudah berkat bodi yang kompak.
Seluruh varian Atto 1 mengandalkan motor PMSM yang diletakkan di depan dan menggerakkan roda depan. Tenaga puncaknya mencapai 55 kW atau sekitar 74 dk dengan torsi 135 Nm.
Bukan mobil untuk mengejar top speed, tapi responsnya cukup lincah. Akselerasi 0-50 km/jam diklaim selesai dalam 4,9 detik, dengan kecepatan maksimum 130 km/jam—cukup untuk kebutuhan harian di dalam kota.
Atto 1 memakai Blade Battery tipe LFP. Varian Standard dan Dynamic dibekali baterai 30,08 kWh yang diklaim mampu menempuh 300 km dalam metode NEDC. Sementara varian Premium mendapat baterai lebih besar, 38,88 kWh, dengan jarak tempuh 380 km.
Untuk komuter harian, angka 300 km sudah lebih dari cukup. Namun bila sering melakukan perjalanan antar kota, varian Premium menawarkan cadangan energi yang lebih lega.
Semua varian mendukung pengisian AC hingga 6,6 kW. Untuk DC fast charging, kapasitas maksimalnya 30 kW pada Standard dan Dynamic, sementara Premium bisa menerima hingga 40 kW.
Keunggulan lain ada pada fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan output 2,2 kW. Mobil bisa difungsikan sebagai sumber listrik darurat untuk perangkat elektronik, misalnya saat berkemah atau acara outdoor.
Soal harga, berikut rincian OTR BYD Atto 1 untuk September 2026:
Dengan rentang harga ini, Atto 1 bersaing langsung di segmen entry-level EV. Perakitan lokal di Subang dipastikan menjaga pasokan tetap stabil untuk pasar domestik.