MATARAM — Kota Mataram mencatatkan sejarah baru di bidang kesehatan publik dengan diakuinya kota ini sebagai Kota Siaga Stroke oleh World Stroke Organization (WSO). Pengakuan internasional ini merupakan hasil akumulasi dari berbagai capaian yang diraih RSUD H. Moh. Ruslan beserta jajaran Public Safety Center (PSC) dan para kader kesehatan di tingkat kelurahan.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Angles Initiative kepada Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana di sela-sela perayaan HUT ke-33 Kota Mataram pada Senin (31/8). Momen ini sekaligus menegaskan posisi Mataram sebagai salah satu daerah dengan penanganan stroke terbaik di tingkat nasional maupun global.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, menjelaskan bahwa predikat Kota Siaga Stroke tidak diraih secara instan. Penghargaan ini merupakan kumulatif dari sejumlah pencapaian penting yang telah dibangun secara bertahap di Kota Mataram.
"Penghargaan yang diberikan Kota Mataram ini adalah kumulatif dari diamond status yang diperoleh rumah sakit," terang dr. Eka. Rumah sakit yang dipimpinnya berhasil meraih Diamond Status, sebuah tingkatan tertinggi dalam standar layanan stroke yang diberikan oleh Angles Initiative.
Selain capaian rumah sakit, pengakuan WSO juga didasari oleh dua faktor pendukung utama. Pertama, PSC Kota Mataram yang berhasil meraih predikat diamond dan mendapat pengakuan sebagai fast kader dalam penanganan pasien stroke.
Kedua, WSO mencatat bahwa kader-kader kesehatan di lingkungan Kota Mataram telah mendapat notifikasi khusus dari organisasi stroke internasional tersebut. Gabungan dari seluruh capaian itulah yang kemudian mengantarkan Mataram resmi menyandang status Kota Siaga Stroke.
Bagi masyarakat, pengakuan internasional ini berarti ada jaminan standar layanan yang lebih baik saat menghadapi kasus stroke. Penanganan stroke yang cepat dan tepat menjadi faktor krusial yang menentukan keselamatan pasien, mengingat penyakit ini dikenal sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
dr. Eka mengakui bahwa pencapaian ini tidak mudah. Ia bersama tim serta dukungan penuh dari Pemkot Mataram bekerja keras untuk menunjukkan performa terbaik dalam layanan kesehatan. "Harapannya, kami bisa mempertahankan supaya pelayanan kepada masyarakat bisa ditingkatkan," ujarnya.
Di luar pencapaian tersebut, manajemen RSUD H. Moh. Ruslan berkomitmen untuk tidak berhenti berinovasi. Pihaknya meyakini bahwa inovasi lahir sebagai jawaban atas tantangan nyata yang dihadapi di lapangan saat melayani pasien.
"Inovasi kita hasilkan merupakan jawaban dari masalah yang kita hadapi saat melayani pasien," tegas dr. Eka. Ke depan, inovasi akan terus dikembangkan untuk mempermudah akses masyarakat Kota Mataram dalam mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan warga.