HUT ke-33 Kota Mataram, Ekonomi Tumbuh 5,43 Persen dan IPM Tembus 82,37 Poin

Penulis: Jefri Siahaan  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 17:46:31 WIB
Pertumbuhan ekonomi Kota Mataram tercatat 5,43 persen pada peringatan HUT ke-33.

MATARAM — Usia 33 tahun dijadikan momentum untuk mengukur hasil pembangunan Kota Mataram. Berdasarkan data yang dibacakan dalam upacara HUT ke-33, sektor ekonomi mencatatkan pertumbuhan 5,43 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun ke 4,80 persen.

Wali Kota Mohan Roliskana membacakan sambutan tertulis Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula Wakil Gubernur Indah Damayanti Putri, unsur Forkompimda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.

Angka Kemiskinan Turun ke 7,15 Persen

Penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu catatan utama dalam peringatan kali ini. Dari 7,15 persen, Gubernur Iqbal menekankan bahwa di balik angka tersebut terdapat keluarga yang memperoleh kesempatan memperbaiki kehidupan.

“33 tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Itu adalah perjalanan sebuah kota dalam membangun dirinya, menghadapi perubahan, menjawab tantangan, dan memberikan ruang bagi masyarakatnya untuk terus tumbuh,” kata Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dalam sambutan tertulisnya.

Menurut Gubernur, keberhasilan pembangunan tidak diukur dari banyaknya penghargaan atau besarnya bangunan fisik. Ukuran utamanya adalah sejauh mana kemajuan kota meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Layanan Publik dan Budaya Jadi Prioritas

Gubernur Iqbal mengingatkan agar capaian yang ada menjadi pijakan untuk kinerja yang lebih baik. Ia meminta pelayanan publik terus diperbaiki, perekonomian dikembangkan, dan kualitas kehidupan masyarakat ditingkatkan.

“Yang harus dirawat bukan hanya jalan, gedung, taman, dan ruang publik. Yang harus dirawat adalah kehidupan yang tumbuh di dalamnya termasuk budaya yang harus dipelihara,” tegas Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur.

Mataram Raih Predikat Kota Anti Korupsi

Pada peringatan HUT tersebut, sejumlah penghargaan juga diumumkan. Kota Mataram ditetapkan sebagai Kota Anti Korupsi dengan kategori istimewa, meraih Indeks Pelayanan Publik kategori sangat baik, serta memperoleh TPID Award sebagai kota dengan kinerja terbaik di kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Rangkaian acara ditutup dengan pelepasan puluhan balon dan burung merpati oleh Wakil Gubernur Indah Damayanti Putri bersama Wali Kota Mohan Roliskana. Pelepasan tersebut menjadi penanda 33 tahun perjalanan Kota Mataram yang terus tumbuh dan berbenah.

Gubernur Iqbal berharap di usia ke-33, Kota Mataram semakin tangguh menghadapi tantangan yang kompleks. Pembangunan ke depan diminta menciptakan ruang yang luas bagi masyarakat untuk tumbuh, menjadikan kota ini maju, sejahtera, inklusif, dan berdaya saing.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: ayolombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top