NUSA TENGGARA BARAT — Dapur pacu utama XpertStation WS300 adalah CPU NVIDIA GB300 berbasis arsitektur ARM Neoverse V2 dengan 72 core. Untuk pemrosesan grafis, perangkat ini mengandalkan GPU Blackwell Ultra dengan VRAM HBM3e sebesar 252GB dan bandwidth mencapai 7,1 TB/s.
NVIDIA mengklaim platform GB300 ini mampu menghasilkan performa AI hingga 20 petaflops pada presisi FP4. Kapasitas tersebut memungkinkan workstation menjalankan model AI dengan hingga 1 triliun parameter tanpa perlu membagi beban kerja ke beberapa sistem—sebuah kemampuan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh server kelas enterprise.
Bagi pengguna yang membutuhkan daya komputasi tambahan, MSI menyediakan slot PCIe untuk menambahkan GPU NVIDIA RTX Pro Blackwell. Sistem ini juga mendukung NVIDIA ConnectX-8 SuperNIC dengan konektivitas jaringan hingga 800 Gbps.
Fitur jaringan tersebut berfungsi untuk menggabungkan beberapa unit XpertStation WS300 dalam satu klaster, memungkinkan penanganan inferensi atau fine-tuning model yang membutuhkan sumber daya lebih besar. Untuk kebutuhan penyimpanan, workstation ini dilengkapi dua slot M.2.
Dari segi desain, XpertStation WS300 tampil seperti workstation pada umumnya. Namun, spesifikasi internalnya jelas menargetkan segmen pengguna spesifik: peneliti AI, developer model bahasa besar (LLM), dan institusi yang ingin menjalankan inferensi AI secara lokal tanpa bergantung pada cloud.
MSI belum mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia maupun global. Melihat komponen yang digunakan, termasuk GPU dengan VRAM 252GB dan RAM 496GB, banderolnya dipastikan jauh di atas workstation konvensional yang beredar di pasaran.
Kehadiran produk ini menandai pergeseran tren komputasi profesional: kemampuan AI yang dulu hanya ada di pusat data, kini mulai dikemas dalam bentuk desktop yang bisa ditempatkan di kantor atau laboratorium riset.