Pertamina Buka Program UMK Academy 2026, Ada Kelas Khusus Tembus Pasar Ekspor

Penulis: Mardian Syah  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:18:31 WIB
Peserta mengikuti pembinaan tahap regional dalam program Pertamina UMK Academy yang berlangsung di sejumlah daerah.

NUSA TENGGARA BARAT — Program yang berjalan sejak 2020 ini dirancang untuk mendorong pelaku UMK memperkuat tata kelola usaha, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, hingga memperluas akses pasar. Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pendampingan langsung, bukan sekadar materi pembelajaran di kelas.

Empat Kelas Pembinaan dari Modern hingga Ekspor

Pembinaan dalam program ini terbagi menjadi dua tahap, yakni regional dan nasional. Pada tahap regional, peserta mempelajari dasar pengembangan usaha sesuai sektor masing-masing. Mereka yang dinyatakan lolos kemudian melanjutkan ke pembinaan nasional yang disesuaikan dengan tingkat kesiapan usaha.

Ada empat kelas yang tersedia di tahap nasional. Kelas Go Modern fokus pada pengelolaan usaha, Go Digital mengajarkan pemanfaatan teknologi, Go Online mengoptimalkan kanal daring dan perluasan pasar, serta Go Global yang menyiapkan UMK memasuki pasar business-to-business (B2B) baik domestik maupun ekspor.

Pada 2026, Pertamina menambah dua materi baru, yaitu Go Green yang membahas praktik usaha ramah lingkungan dan Go Aggregator yang membekali peserta untuk berkolaborasi dengan pelaku UMK lain demi memperluas akses pasar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan pendekatan program ini berbeda-beda untuk setiap peserta. "Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, materi serta pendampingan disesuaikan dengan posisi dan perkembangan usaha masing-masing agar proses pembinaan memberikan hasil yang lebih nyata dan terukur," ujarnya.

Lebih dari 2.000 Pendaftar dan Kisah Sukses Pengusaha Sepatu

Antusiasme pelaku UMK terhadap program ini cukup tinggi. Pada pelaksanaan 2025, lebih dari 2.000 pelaku usaha mendaftar. Sebanyak 1.430 peserta mengikuti pembinaan tahap regional, lalu 760 peserta melanjutkan ke tahap nasional. Dari jumlah tersebut, 581 peserta dinyatakan lulus dan naik kelas.

Salah satu alumni yang merasakan manfaatnya adalah Melani Septina Mutya Surya, pemilik usaha kerajinan sepatu NOBF asal Mojokerto. Ia berhasil meraih juara pertama kelas Go Global UMK Academy 2025.

"Berbagai pembekalan bisnis, pendampingan intensif, serta dukungan alat produksi membantu kami mengoptimalkan pengembangan produk sekaligus semakin memahami peluang dan kondisi pasar untuk pengembangan usaha," kata Melani.

Baron menambahkan, Pertamina mengundang pelaku UMK dari berbagai sektor dan wilayah untuk memanfaatkan kesempatan ini. "Kami berharap semakin banyak usaha lokal yang tumbuh tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," tutupnya.

Program ini menjadi salah satu upaya BUMN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, sejalan dengan target pemerintah memperkuat peran UMK dalam rantai pasok nasional maupun global.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top