NUSA TENGGARA BARAT — Buat yang lagi membandingkan dua skuter matik laris di kelas 150-160 cc, selisih pajak tahunan mungkin bukan faktor utama, tapi tetap penting masuk hitungan biaya kepemilikan. Di DKI Jakarta, Honda Vario Evo 160 tercatat lebih murah Rp 46 ribu per tahun dibanding Yamaha Aerox. Angka ini muncul dari perbedaan NJKB yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dengan NJKB Rp 17 juta dan bobot 1,0, dasar pengenaan pajak (DP PKB) Vario Evo 160 ada di angka yang sama. Tarif PKB Jakarta untuk kendaraan pertama sebesar 2 persen, sehingga pokok PKB-nya Rp 340 ribu.
NJKB Aerox yang lebih tinggi, Rp 19,3 juta, otomatis mengerek pajak tahunannya. Dengan tarif yang sama, 2 persen untuk kendaraan pertama, selisihnya langsung terlihat di komponen PKB.
Perhitungan di atas spesifik untuk wilayah DKI Jakarta dengan status kendaraan pertama. Kalau motor didaftarkan di provinsi lain, angkanya bisa berubah karena perbedaan tarif PKB dan penerapan opsen pajak daerah. Jadi, jadikan angka ini sebagai gambaran umum, bukan patokan final.
Dari sisi dapur pacu, keduanya menarik untuk dibandingkan. Honda Vario Evo 160 mengandalkan mesin 160 cc 4 katup eSP+ berpendingin cairan yang menghasilkan tenaga puncak 11,3 kW (15 dk) di 8.500 rpm dan torsi 14,0 Nm di 6.500 rpm. Angka tenaganya identik dengan Aerox, tapi torsi Yamaha sedikit lebih besar.
Yamaha Aerox Alpha memakai mesin 155 cc dengan output daya 11,3 kW (15 dk) di 8.000 rpm dan torsi puncak 14,2 Nm di 6.500 rpm. Keunggulan teknis Aerox ada pada fitur Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat pengisian gas lebih responsif di putaran menengah-atas. Selain itu, varian tertinggi Aerox Alpha sudah dibekali CVT elektrik (YECVT) dengan fitur "turbo" yang memberikan sensasi akselerasi tambahan.
Selisih pajak Rp 46 ribu per tahun terbilang kecil, kurang dari biaya satu kali isi bensin full tank. Keputusan akhir sebaiknya tidak semata-mata berdasar angka ini. Vario Evo 160 menawarkan efisiensi dan reputasi mesin Honda yang halus, sementara Aerox Alpha unggul secara fitur dan karakter mesin yang lebih agresif berkat VVA serta opsi YECVT.
Kalau budget operasional tahunan adalah prioritas utama, Vario Evo 160 menang tipis. Tapi kalau fitur dan sensasi berkendara lebih penting, selisih pajak segitu tidak akan terasa berarti dibandingkan pengalaman harian yang ditawarkan Aerox Alpha.