Pajak Yamaha Aerox vs Honda Vario Evo 160 2026: Selisih Rp 46 Ribu, Ini Rinciannya

Penulis: Mardian Syah  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:04:02 WIB
Honda Vario Evo 160 tercatat memiliki pajak tahunan lebih murah Rp 46 ribu dibandingkan Yamaha Aerox di DKI Jakarta.

NUSA TENGGARA BARAT — Buat yang lagi membandingkan dua skuter matik laris di kelas 150-160 cc, selisih pajak tahunan mungkin bukan faktor utama, tapi tetap penting masuk hitungan biaya kepemilikan. Di DKI Jakarta, Honda Vario Evo 160 tercatat lebih murah Rp 46 ribu per tahun dibanding Yamaha Aerox. Angka ini muncul dari perbedaan NJKB yang ditetapkan pemerintah pusat.

Rincian Pajak Honda Vario Evo 160 di Jakarta

Dengan NJKB Rp 17 juta dan bobot 1,0, dasar pengenaan pajak (DP PKB) Vario Evo 160 ada di angka yang sama. Tarif PKB Jakarta untuk kendaraan pertama sebesar 2 persen, sehingga pokok PKB-nya Rp 340 ribu.

  • NJKB: Rp 17 juta
  • DP PKB (NJKB x Bobot 1,0): Rp 17 juta
  • PKB (2% x DP PKB): Rp 340 ribu
  • SWDKLLJ: Rp 35 ribu
  • Total pajak tahunan: Rp 375 ribu

Rincian Pajak Yamaha Aerox di Jakarta

NJKB Aerox yang lebih tinggi, Rp 19,3 juta, otomatis mengerek pajak tahunannya. Dengan tarif yang sama, 2 persen untuk kendaraan pertama, selisihnya langsung terlihat di komponen PKB.

  • NJKB: Rp 19,3 juta
  • DP PKB (NJKB x Bobot 1,0): Rp 19,3 juta
  • PKB (2% x DP PKB): Rp 386 ribu
  • SWDKLLJ: Rp 35 ribu
  • Total pajak tahunan: Rp 421 ribu

Bukan Patokan Mutlak: Tarif Bisa Beda di Luar Jakarta

Perhitungan di atas spesifik untuk wilayah DKI Jakarta dengan status kendaraan pertama. Kalau motor didaftarkan di provinsi lain, angkanya bisa berubah karena perbedaan tarif PKB dan penerapan opsen pajak daerah. Jadi, jadikan angka ini sebagai gambaran umum, bukan patokan final.

Performa: Tenaga Sama, Karakter Beda

Dari sisi dapur pacu, keduanya menarik untuk dibandingkan. Honda Vario Evo 160 mengandalkan mesin 160 cc 4 katup eSP+ berpendingin cairan yang menghasilkan tenaga puncak 11,3 kW (15 dk) di 8.500 rpm dan torsi 14,0 Nm di 6.500 rpm. Angka tenaganya identik dengan Aerox, tapi torsi Yamaha sedikit lebih besar.

Yamaha Aerox Alpha memakai mesin 155 cc dengan output daya 11,3 kW (15 dk) di 8.000 rpm dan torsi puncak 14,2 Nm di 6.500 rpm. Keunggulan teknis Aerox ada pada fitur Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat pengisian gas lebih responsif di putaran menengah-atas. Selain itu, varian tertinggi Aerox Alpha sudah dibekali CVT elektrik (YECVT) dengan fitur "turbo" yang memberikan sensasi akselerasi tambahan.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Putuskan

Selisih pajak Rp 46 ribu per tahun terbilang kecil, kurang dari biaya satu kali isi bensin full tank. Keputusan akhir sebaiknya tidak semata-mata berdasar angka ini. Vario Evo 160 menawarkan efisiensi dan reputasi mesin Honda yang halus, sementara Aerox Alpha unggul secara fitur dan karakter mesin yang lebih agresif berkat VVA serta opsi YECVT.

Kalau budget operasional tahunan adalah prioritas utama, Vario Evo 160 menang tipis. Tapi kalau fitur dan sensasi berkendara lebih penting, selisih pajak segitu tidak akan terasa berarti dibandingkan pengalaman harian yang ditawarkan Aerox Alpha.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top