STKIP Tamsis Bima Audit 30 Tim Peneliti, Targetkan Tembus Publikasi Internasional hingga Hilirisasi Riset

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:31:01 WIB
STKIP Tamsis Bima mengaudit 30 tim peneliti untuk memastikan ketercapaian target penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

BIMA — Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Tamsis Bima, Dr. Nanang Diana, M.Pd., menegaskan bahwa monev ini menjadi gambaran konkret ketercapaian target peneliti. Kegiatan yang berlangsung satu hari ini melibatkan peneliti dari wilayah Bima dan Dompu.

“Monev ini merupakan sistem penjaminan mutu penyelenggaraan penelitian dan pengabdian yang merupakan gambaran konkret dari ketercapaian target serta kesesuaian antara rencana dengan implementasi di lapangan,” ujarnya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Kelola 22 Hibah Penelitian dan Dua Tambahan Baru

Sepanjang tahun anggaran berjalan, STKIP Tamsis Bima mengelola 22 hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dua tim tambahan berhasil lolos melalui seleksi Batch II pada skema PDP, memperkuat posisi kampus sebagai penerima hibah tertinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII.

Capaian ini melanjutkan tren positif kampus yang pada tahun sebelumnya menempati posisi kedua sebagai penerima hibah terbanyak. Selain itu, empat tim peneliti juga mendapatkan pendanaan melalui skema Dana Indonesia Raya.

Strategi Hadapi 300 PTS Terancam Kolaps

Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menyoroti tantangan berat yang dihadapi perguruan tinggi swasta (PTS). Sekitar 300 PTS di Indonesia tengah menghadapi persoalan kolaborasi dan penurunan jumlah mahasiswa secara drastis.

Menghadapi kondisi tersebut, kampus menyiapkan langkah strategis. Selain peningkatan gaji dan tunjangan dosen, kampus memberikan dukungan penuh bagi 40 dosen yang tengah menempuh pendidikan doktoral.

Mendorong Hilirisasi Riset dan Perolehan Paten

STKIP Tamsis Bima mendorong para peneliti membawa hasil riset menuju tahap hilirisasi. Langkah ini dinilai penting karena Nusa Tenggara Barat (NTB) masih mencatat jumlah perolehan hak paten yang relatif rendah di kalangan akademisi.

Melalui audit terhadap 30 tim peneliti, kampus berharap setiap riset tidak hanya berhenti pada laporan akademik. Targetnya, penelitian menghasilkan publikasi, inovasi, maupun produk yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rangkaian monev internal ini selanjutnya menghasilkan laporan kemajuan kolektif. Laporan tersebut menjadi syarat pencairan dana hibah tahap berikutnya sekaligus sumber data untuk melihat perkembangan produktivitas riset di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, LPPM menyiapkan lokakarya internal untuk membantu para peneliti meningkatkan kualitas luaran hingga memenuhi standar publikasi internasional.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top