BIMA — STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima memastikan setiap program pengabdian dosennya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan hanya berhenti di atas kertas. Lewat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Internal, kampus meninjau langsung empat program yang tengah berjalan untuk mengukur ketercapaian target dan kesesuaian rencana di lapangan.
Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menegaskan Monev menjadi instrumen penting penjaminan mutu. Evaluasi ini memastikan setiap program yang didanai kampus mampu menjawab persoalan riil warga Bima dan Dompu.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Sutarto, M.Pd., yang telah tiga tahun berturut-turut dipercaya sebagai reviewer. Statusnya sebagai reviewer nasional sekaligus putra daerah Dompu dinilai membantu proses evaluasi memahami konteks sosial dan budaya masyarakat setempat. Dr. Syarifuddin, M.Pd., turut mendampingi sebagai reviewer pendamping.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Tamsis Bima, Dr. Nanang Diana, M.Pd., menyebut Monev adalah gambaran konkret ketercapaian target serta kesesuaian antara rencana dengan implementasi di lapangan.
Monev menyoroti empat program pengabdian dengan fokus beragam, dari pemberdayaan perempuan hingga pemanfaatan teknologi di sekolah dasar. Berikut rinciannya:
Dalam kegiatan tersebut, civitas akademika memberi apresiasi kepada Arif Rahman Hakim, dosen yang berhasil meloloskan proposal hibah secara berturut-turut lebih dari tiga tahun. Hal ini dinilai sebagai contoh konsistensi dalam pengabdian.
LPPM STKIP Tamsis Bima berharap kerja sama antara dosen dengan sekolah dan kelompok masyarakat sasaran terus berjalan meski masa hibah berakhir. Keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaat pengabdian terus berkembang dan memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.