STKIP Tamsis Bima Awasi Empat Program Hibah Pengabdian, Dosen Didorong Beri Dampak Nyata ke Masyarakat

Penulis: Mardian Syah  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:30:02 WIB
Ketua STKIP Tamsis Bima Dr. Ibnu Khaldun Sudirman memberikan arahan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Hibah Internal Pengabdian Dosen di kampus setempat.

BIMA — STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima memastikan setiap program pengabdian dosennya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan hanya berhenti di atas kertas. Lewat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Internal, kampus meninjau langsung empat program yang tengah berjalan untuk mengukur ketercapaian target dan kesesuaian rencana di lapangan.

Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menegaskan Monev menjadi instrumen penting penjaminan mutu. Evaluasi ini memastikan setiap program yang didanai kampus mampu menjawab persoalan riil warga Bima dan Dompu.

Reviewer Nasional Asal Dompu: Kunci Evaluasi yang Kontekstual

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Sutarto, M.Pd., yang telah tiga tahun berturut-turut dipercaya sebagai reviewer. Statusnya sebagai reviewer nasional sekaligus putra daerah Dompu dinilai membantu proses evaluasi memahami konteks sosial dan budaya masyarakat setempat. Dr. Syarifuddin, M.Pd., turut mendampingi sebagai reviewer pendamping.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Tamsis Bima, Dr. Nanang Diana, M.Pd., menyebut Monev adalah gambaran konkret ketercapaian target serta kesesuaian antara rencana dengan implementasi di lapangan.

Empat Program yang Dievaluasi: dari Literasi hingga Pencegahan Kekerasan

Monev menyoroti empat program pengabdian dengan fokus beragam, dari pemberdayaan perempuan hingga pemanfaatan teknologi di sekolah dasar. Berikut rinciannya:

  • Pemberdayaan ibu muda pascapernikahan dini oleh Sri Lastuti, M.Pd. Program di Sekolah Perempuan UMMA, Kecamatan Sape, ini fokus pada penguatan literasi parenting dan kewirausahaan olahan ikan.
  • Pengembangan LKPD berbasis masalah oleh Abd. Haris, M.Pd. Program ini mengacu pada Kurikulum Merdeka dan kearifan lokal Mbojo untuk guru sekolah dasar.
  • Pengembangan e-comic cerita rakyat Mbojo oleh Suriya Ningsyih. Media berbasis teknologi ini menggunakan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dengan bantuan AI untuk memperkuat literasi siswa SDN Inpres Sie 2.
  • Penguatan nilai budaya Bima oleh Edy Suparjan, M.Pd. Program ini memanfaatkan komik edukatif untuk mencegah kekerasan di SDN Pela, Kecamatan Monta.

Keberlanjutan Program Jadi Kunci Dampak Jangka Panjang

Dalam kegiatan tersebut, civitas akademika memberi apresiasi kepada Arif Rahman Hakim, dosen yang berhasil meloloskan proposal hibah secara berturut-turut lebih dari tiga tahun. Hal ini dinilai sebagai contoh konsistensi dalam pengabdian.

LPPM STKIP Tamsis Bima berharap kerja sama antara dosen dengan sekolah dan kelompok masyarakat sasaran terus berjalan meski masa hibah berakhir. Keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaat pengabdian terus berkembang dan memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top