NUSA TENGGARA BARAT — Keputusan Priscilla (Annette Bening) melepaskan Lucky (Anya Taylor-Joy) dan ayahnya (Timothy Olyphant) di akhir serial Lucky menjadi momen yang paling banyak diperbincangkan penonton. Padahal, sepanjang musim, penonton disuguhi kejaran sengit demi uang USD 10 juta yang dibawa kabur oleh mantan suami Lucky yang juga putra Priscilla. Sang suami Priscilla, Wayne (William Fichtner), justru menjadi pemicu utama dari pengejaran tersebut.
Dalam wawancara eksklusif dengan Crew Call Podcast, Tropper menjelaskan bahwa momen tersebut bukan sekadar akhir yang manis, melainkan sebuah keputusan karakter yang kompleks. Ia menyebut bahwa kepergian Lucky dan ayahnya adalah hasil dari dinamika kekuasaan yang berubah di antara para karakter, bukan sekadar aksi kebetulan.
Sayangnya, Tropper enggan merinci lebih jauh alur cerita untuk menghindari spoiler tambahan. Ia lebih memilih mengajak penonton untuk menafsirkan sendiri makna di balik tatapan dan keputusan Priscilla di detik-detik terakhir serial tersebut.
Percakapan kemudian beralih ke proyek besarnya yang paling dinanti, Star Wars: Starfighter. Tropper mengaku mendapat pekerjaan menulis naskah film ini setelah kolaborasinya dengan sutradara Shawn Levy di tiga film sebelumnya. "Mereka mendekati Shawn dan berkata, 'Kami ingin kamu membuat film Star Wars, dan kamu boleh memilih penulisnya,'" kenang Tropper. "Dan saya mendapat pekerjaan itu."
Saat kesepakatan itu dibuat, baik Levy maupun Tropper belum tahu persis seperti apa bentuk Starfighter. Film yang dijadwalkan rilis musim panas mendatang ini akan dibintangi Ryan Gosling sebagai Kade Auberon, seorang penjahat sinis yang dihantui masa lalunya dan terlempar ke petualangan berbahaya di galaksi. Ia ditemani oleh seorang anak kecil yang diperankan Flynn Gray, dan kapal andalannya adalah G17 Imperial Reaper, kapal tercepat yang pernah dibuat.
Hal paling menarik dari Starfighter adalah keputusannya untuk sepenuhnya lepas dari mitologi Star Wars yang sudah mapan. "Kami ingin bercerita yang bebas dari mitologi," tegas Tropper. "Kami berada di luar garis waktu, dan kami ingin sesuatu yang semudah mungkin diakses oleh penggemar baru."
Tropper menegaskan, "Ini bukan film saga Skywalker... kami tidak berurusan dengan sejarah Pemberontakan, Orde Pertama, Perlawanan, atau Kekaisaran. Kami semacam melampaui semua itu. Ini film yang lebih sederhana."
Meski enggan membocorkan detail plot, Tropper dengan antusias bercerita tentang proses kreatifnya bersama Ryan Gosling. Ia mengaku sering menemukan inspirasi dari cara aktor Barbie itu berbicara dan berekspresi. "Dia akan mengucapkan hal-hal dengan santai; saya tahu itu akan masuk ke dalam film," kata Tropper. "Suaranya masuk ke kepalamu."
Menariknya, Tropper menulis naskah Starfighter sambil menjalankan serialnya yang lain, Your Friends & Neighbors, dengan menulis di malam hari, akhir pekan, dan terkadang sore hari. Ia juga memuji kolaborasi luar biasa dari departemen kreatif di bawah garis, sebuah pengalaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. "Semuanya harus dibangun di film Star Wars, kamu tidak pergi ke Home Depot untuk membeli meja," ujarnya.
Kolaborasi yang sukses dengan Levy dan Gosling rupanya membuka pintu lain bagi Tropper. Ia kini dipercaya untuk menulis ulang (reboot) film Ghost Rider yang dijadwalkan rilis pada Juli 2028. "Saya tidak tahu apakah saya akan menjadi slam dunk jika masuk ke Marvel sendirian," akunya, mengisyaratkan bahwa proyek ini juga lahir dari jaringan kepercayaan yang telah ia bangun.
Sementara itu, di tengah kesibukannya di galaksi dan Marvel, Tropper juga masuk nominasi Emmy untuk kategori Drama Seri Luar Biasa lewat karyanya di Your Friends & Neighbors. Sebuah pengakuan yang pantas atas kerja kerasnya yang berlipat ganda di industri hiburan. Dengan segudang proyek ambisius ini, nama Jonathan Tropper jelas menjadi salah satu kreator yang wajib dipantau dalam beberapa tahun ke depan.