LOMBOK BARAT — Jambore Jurnalistik Pelajar SMA/SMK/MA se-NTB Wilayah I Tahun 2026 resmi memasuki tahap persiapan matang. Kegiatan yang mengusung tema "Merekam Fakta, Menjaga Rupiah, Membangun Kesadaran" ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarsekolah, melainkan ruang pengalaman nyata produksi media selama tiga hari penuh.
Ketua Panitia Jambore Jurnalistik 2026, Habiburrahman, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa orientasi kegiatan telah bergeser dari sekadar perebutan piala. "Jambore ini tidak lagi bicara tentang siapa yang akan menjadi juara. Yang lebih penting adalah pengalaman, kemampuan baru, jejaring, dan keberanian peserta untuk terus bertumbuh menjadi pembelajar," ujarnya saat dihubungi di Giri Menang.
Selama tiga hari, peserta akan diajak terlibat langsung dalam alur kerja media. Mereka tidak hanya duduk di ruang kelas, tetapi juga memegang peran sebagai reporter, fotografer, videografer, kreator konten, model, hingga produser media.
Konsep belajar di alam terbuka menjadi pembeda utama jambore kali ini. Goa Lawah dipilih bukan tanpa alasan. "Alam terbuka akan menjadi bagian dari ruang belajar, sekaligus ruang kreativitas dan produksi karya jurnalistik. Peserta tidak hanya belajar di dalam ruangan, tetapi juga mengamati, merekam, mewawancarai, memotret, membuat video, hingga menghasilkan konten dari lingkungan sekitar," jelas Habiburrahman yang akrab disapa Gadiza.
Dimensi kegiatan tahun ini diperkuat dengan kehadiran Bank Indonesia Perwakilan NTB sebagai sponsor utama. Keikutsertaan bank sentral ini menegaskan bahwa jambore tidak hanya mengasah keterampilan menulis, tetapi juga membangun literasi finansial dan digital bagi generasi muda.
Topik "Menjaga Rupiah" dalam tema besar kegiatan menjadi sinyal bahwa peserta akan dibekali pemahaman tentang nilai mata uang dan stabilitas ekonomi, berbarengan dengan kemampuan memverifikasi fakta di tengah derasnya arus informasi. Dukungan juga datang dari sejumlah mitra lain, di antaranya Narmada Awet Muda, Emina Cosmetics, Telkomsel by.U, Toko Abadi, Penerbit Erlangga, dan Bank Syariah Indonesia.
Bagi sekolah-sekolah di Wilayah I NTB, momen ini menjadi kesempatan untuk membawa tim jurnalistik keluar dari rutinitas kelas. Peserta diharapkan mampu menunjukkan karya terbaiknya sambil membangun jejaring dan persahabatan antarpelajar.
Panitia mengimbau tim jurnalistik pelajar untuk mulai melakukan persiapan sejak sekarang. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, rangkaian acara, kompetisi, hingga skema apresiasi bagi para pemenang telah dirancang. Goa Lawah, dengan hamparan alamnya, akan menjadi saksi lahirnya karya-karya jurnalistik pertama dari generasi muda NTB.