LOBAR — Seorang wisatawan asal Australia, John, mengaku terkesan setelah menyaksikan pertunjukan seni di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Lombok Barat, pada malam minggu (25/7). Ia memuji keindahan Lombok, mulai dari panorama sunset, kuliner, hingga atraksi budaya yang ditampilkan para seniman lokal.
“Lombok sangat indah, sunset-nya menawan, dan makanannya luar biasa. Pertunjukan ini sungguh luar biasa. Saya benar-benar suka musiknya, dan tarian tradisional tadi sangat menarik. Saya menikmatinya. Keren,” ujar John.
Keramaian yang tercipta setiap pekan bukan hanya menghibur warga, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di sekitar kawasan wisata. Fatma, pedagang sate di Pasar Seni Senggigi, merasakan langsung peningkatan omzet sejak acara rutin digelar.
“Alhamdulillah, pengunjung malam ini jauh lebih ramai dari minggu-minggu lalu. Berkat acara ini kita bisa jualan laris setiap malam minggunya. Semoga acara seperti ini bisa terus diadakan,” ungkap Fatma.
Peningkatan jumlah pengunjung dari pekan ke pekan memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku UMKM dan pedagang di lokasi. Penjualan mereka tercatat melonjak signifikan dibandingkan hari biasa.
Pekan Kesenian Senggigi merupakan bagian dari Festival Senggigi The Soul of Lombok yang diinisiasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat. Acara ini menampilkan Tari Mesatya Jagaraga Indah, Tari Kembang Sembah Jagaraga Indah, Hadrah Montong Are, hingga penampilan Intan CFN Idol.
Kepala Disparekrafpora Lombok Barat, Agus Gunawan, menegaskan komitmen pemda untuk terus menghidupkan kawasan Senggigi melalui atraksi seni berkelanjutan. Setelah rangkaian pekan kesenian usai pada Agustus, agenda seni di amphitheater akan tetap berjalan menyambut musim MotoGP.
“Kita akan terus hidupkan Senggigi. Setelah Agustus nanti kita akan tetap menggelar atraksi kesenian di Amphitheatre ini mengingat itu sudah memasuki musim Moto GP. Kita harapkan tamu-tamu yang nanti menginap untuk perhelatan Moto GP bisa menikmati sajian budaya dan kesenian kita disini, kemudian masyarakat juga terhibur, dan para pelaku UMKM juga bisa merasakan manfaatnya,” terang Agus Gunawan.
Selain pengembangan pariwisata Senggigi, Agus menambahkan bahwa kegiatan Car Free Nite (CFN) di Gerung akan tetap berjalan konsisten. Program tersebut dinilai telah menjadi ikon daerah yang memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Jadi itu sudah menjadi komitmen kita bersama pimpinan di Lombok Barat ini untuk pemberdayaan masyarakat. Baik itu pelaku UMKM, para pelaku Ekonomi Kreatif, pelaku seni dan budaya Lombok Barat. Termasuk sebagai media silaturahmi pemda dan masyarakat dengan berbagai kegiatan pelayanan publiknya,” tegasnya.