Review Dell 14S 2026: Laptop Premium dengan Baterai 20 Jam, Alternatif Lebih Murah dari XPS 14

Penulis: Mardian Syah  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:53:31 WIB

NUSA TENGGARA BARAT — Dell baru saja merilis laptop 14S generasi 2026 sebagai jawaban bagi mereka yang mengincar performa lini XPS 14 namun dengan harga lebih ramah kantong. Dengan banderol mulai $1.269 (sekitar Rp20,9 juta), selisih hampir $300 (sekitar Rp4,9 juta) dari XPS 14 entry-level, 14S tetap menghadirkan sasis aluminium kokoh dan beberapa fitur yang justru tidak dimiliki saudaranya yang lebih mahal.

Baterai Tembus 20 Jam, Jadi Daya Tarik Utama

Keunggulan paling mencolok dari Dell 14S (2026) adalah daya tahan baterainya. Dalam uji coba yang mencakup browsing web, streaming video, dan menjalankan tes OpenGL di kecerahan 150 nit, laptop ini bertahan selama 20 jam 41 menit. Hasil ini hanya terpaut satu menit dari XPS 14 yang menggunakan layar IPS non-touch.

Sebagai perbandingan, Apple MacBook Air (M5) yang selama ini dikenal sebagai juara baterai hanya mencapai 15 jam 28 menit. Sementara Asus ZenBook A16 dengan Snapdragon X2 Elite bahkan tidak sampai 10 jam 30 menit. Hasil ini diraih meskipun unit review Dell 14S menggunakan layar OLED yang identik boros daya.

Desain Premium Meski Ada Kompromi

Dell 14S hadir dengan bodi aluminium berwarna Celestial Blue yang matte di keyboard deck, lid, dan bagian bawah. Sisi-sisi bodi dipoles mengilap. Satu-satunya tanda penghematan biaya yang terlihat adalah bezel layar dari plastik, namun nyaris tidak terasa murahan. Engsel layar kokoh, tanpa goyangan.

Bobot laptop ini 3,28 pon (1,49 kg) dengan dimensi 12,35 x 8,82 x 0,61 inci—sedikit lebih besar dan lebih berat dari XPS 14 (3 pon). Yang menarik, Dell menyematkan port lebih variatif ketimbang XPS 14 yang hanya punya tiga Thunderbolt 4. Di 14S, pengguna bisa menikmati HDMI 2.1, dua USB-A 3.2 Gen 1, dua Thunderbolt 4, dan jack 3,5 mm. Tidak perlu dongle buat colok perangkat lawas.

Performa Cukup, Tapi Penyimpanan Terbatas

Unit review Dell 14S yang diuji menggunakan prosesor Intel Core Ultra 7 355 dengan 4 core performa dan 4 core efisien. Skor single-core Geekbench mencapai 2.704, setara dengan XPS 14 yang sama prosesornya. Namun, di multi-core 14S lebih unggul jauh: 11.064 vs 7.964 berkat sistem pendingin yang lebih longgar karena hanya menggunakan satu kipas.

Sayangnya, kapasitas penyimpanan hanya 512GB SSD PCIe 4.0. Di harga $1.469 (sekitar Rp24,2 juta) untuk konfigurasi yang diuji, angka ini sangat minimalis—kebanyakan laptop pesaing sudah 1TB. Kecepatan transfer 1.378 MBps pada tes file 25GB juga jadi yang paling lambat di antara XPS 14 (1.730 MBps) dan MacBook Air (1.924 MBps).

Layar OLED Cerah Tapi Kurang Terang

Dell 14S menyediakan opsi layar OLED 14 inci resolusi 1920x1200 (FHD+) dengan sentuhan dan refresh rate 60 Hz. Panel ini menghasilkan warna sangat jenuh dan hitam pekat. Dalam uji lab, panel mencapai 84,5% gamut DCI-P3 dan 119,3% sRGB—hasil yang kompetitif dengan pesaing sekelas.

Namun, kecerahan maksimal hanya 269 nit, masih di bawah klaim Dell 300 nit. XPS 14 mencapai 466 nit, MacBook Air 500 nit, dan ZenBook A16 juga di atas 400 nit. Di ruangan terang, layar 14S mungkin kurang optimal.

Input dan Suara: Touchpad Biasa, Speaker Standar

Keyboard Dell 14S terasa nyaman dengan tombol-tombol yang kenyal dan hampir senyap. Namun, spasi terasa keras dan mengeluarkan bunyi "klank". Touchpad bukan model haptic seperti XPS 14—menggunakan engsel atas, sehingga klik di area atas tidak terdaftar. Speaker dual 2W cukup untuk tugas umum, tetapi menurun saat memutar musik orkestra vokal—suara terdengar datar dan kurang hidup.

Kesimpulan: Untuk Siapa Dell 14S?

Dell 14S adalah pilihan tepat bagi pengguna yang menginginkan daya tahan baterai sangat panjang—lebih dari 20 jam—dan desain premium setara XPS 14 dengan port lebih lengkap, tanpa perlu membayar mahal untuk layar 2.8K 120 Hz, webcam 8MP, atau speaker quad. Harga unit review $1.469 (sekitar Rp24,2 juta) sementara XPS 14 dengan konfigurasi lebih rendah yang setara bisa mencapai $2.249 (sekitar Rp37,1 juta)—selisih hampir $800 (sekitar Rp13,2 juta).

Jika Anda adalah pekerja kantoran, mahasiswa, atau pengguna yang sehari-hari mengetik, browsing, dan menonton video tanpa perlu grafis atau layar supercerah, laptop ini sangat layak dipertimbangkan. Namun, bagi kreator konten yang butuh kecepatan SSD besar atau tampilan lebih terang, mungkin perlu melirik varian lebih tinggi atau langsung ke XPS 14.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top