Garuda Resmi Jadi Induk Holding Maskapai BUMN, Pelita Air Masuk ke Dalam Grup

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 17:05:01 WIB
Garuda Indonesia resmi ditetapkan sebagai induk holding maskapai BUMN dengan masuknya Pelita Air ke dalam Garuda Group.

NUSA TENGGARA BARAT — Langkah konsolidasi BUMN di sektor penerbangan akhirnya memasuki tahap eksekusi. BP BUMN dan Danantara memutuskan Garuda Indonesia menjadi holding utama, sementara Pelita Air resmi menjadi bagian dari Garuda Group.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan jajaran direksi Pelita Air. Menurutnya, penggabungan ini bukan sekadar perubahan struktur korporasi, melainkan strategi untuk memperkuat kapasitas bisnis.

“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony, dikutip dari Instagram resmi BP BUMN.

Bisnis Penerbangan Butuh Ketelitian Tinggi

Dony menekankan bahwa industri penerbangan berbeda dengan sektor lain. Bisnis ini menuntut ketelitian dan kecepatan pengambilan keputusan di setiap lini operasional.

“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” jelas Dony.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa holding tidak hanya bertumpu pada skala ekonomi, tetapi juga pada pengelolaan rute yang presisi. Setiap penerbangan harus memberikan kontribusi positif terhadap laba perusahaan.

Layanan Penumpang Jadi Prioritas

Selain konsolidasi korporasi, BP BUMN dan Danantara mendorong peningkatan standar layanan di seluruh titik perjalanan penumpang. Mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight akan diperbaiki secara menyeluruh.

Beberapa area yang menjadi fokus antara lain integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman di dalam kabin, standar pelayanan awak pesawat, hingga kualitas katering. Program loyalitas pelanggan dan pengembangan sumber daya manusia juga masuk dalam daftar prioritas.

Melalui perbaikan ini, Garuda Group ditargetkan menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia. Di tingkat regional, holding ini diharapkan mampu bersaing sebagai pemain utama.

Konsolidasi ini menjadi babak baru bagi industri penerbangan nasional. Dengan struktur yang lebih ramping dan layanan yang lebih baik, Garuda Group punya modal untuk merebut kembali pangsa pasar yang sempat tergerus.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: wartaekonomi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top