GIRI MENANG — Malam sebelum penyegelan kantornya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) masih sempat duduk santai menonton laga final Piala Dunia 2026 di Alun-alun Giri Menang Park. Ia ditemani oleh belasan kepala OPD dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Akhmad Saikhu.
Nobar berlangsung sejak babak pertama hingga pertandingan usai. Setelah itu, rombongan masuk ke pendopo untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah. Bupati LAZ bertindak sebagai imam. “Tadi malam kita nonton bareng final piala dunia bersama pak Bupati sampai subuh,” ujar Saikhu, Senin (20/7/2026).
Tim KPK menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat serta kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) dan Pengadaan Barang Jasa (PBJ) Lombok Barat pada Senin pagi. Saat penyegelan berlangsung, Bupati LAZ sudah berada di kantor sejak pukul 07.00 Wita setelah pulang dari nobar.
“Setelah masuk kantor baru saya tahu kejadian seperti ini (penyegelan),” imbuh Saikhu. Ia mengaku tidak mengetahui apakah ada tim KPK yang ikut nobar sebelum melakukan pengamanan, karena suasana saat itu sangat ramai.
Dua hari sebelumnya, Bupati LAZ sempat menyatakan dukungannya untuk Timnas Argentina saat ditemui di sela-sela sidang paripurna DPRD Lombok Barat, Jumat (18/7/2026). Ia memilih Argentina karena faktor pengalaman dan mentalitas tim yang dinilainya kerap bangkit dari keterpurukan. “Saya pilih yang berpengalaman, karena yang bisa menentukan kemenangan itu adalah pengalaman,” katanya.
Selain Bupati LAZ, tim KPK juga membawa sekitar 12 kepala OPD ke Mako Brimob Polda NTB untuk menjalani pemeriksaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KPK terkait nilai kerugian negara atau modus operandi yang digunakan dalam kasus tersebut. Proses hukum masih berlangsung di Mapolda NTB.